Budaya dan Laut Menyatu di Hari Nelayan Ujunggenteng, Ini Pesan Kepala Disbudpora Sukabumi

Sukabuminow.com || Perayaan Hari Nelayan Ujunggenteng Ke-59 yang digelar di Panggung Utama Pantai Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Selasa (10/6/25), menjadi sorotan penting dalam penguatan budaya maritim sekaligus penggerak sektor ekonomi berbasis kearifan lokal.

Kegiatan yang telah mengakar sebagai tradisi tahunan ini tak hanya menjadi ruang syukur para nelayan atas rezeki laut, namun juga menjadi panggung pelestarian budaya yang memperkaya identitas masyarakat pesisir. Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Sukabumi, Yudi Mulyadi, hadir memberikan apresiasi atas semangat kebersamaan dan kekayaan nilai budaya yang tercermin dalam seluruh rangkaian acara.

“Saya sangat mengapresiasi perayaan Hari Nelayan Ujunggenteng ini. Kegiatan ini bukan hanya ritual tahunan semata, melainkan warisan budaya yang mencerminkan kearifan lokal masyarakat pesisir kita,” ungkap Yudi.

Menurutnya, Hari Nelayan bukan hanya soal perikanan atau ekonomi laut, tetapi juga menyangkut identitas budaya dan spiritualitas masyarakat pesisir yang harus terus dijaga. Ia menilai pelibatan berbagai unsur, mulai dari seni tradisi, ritual larung saji, hingga hiburan rakyat, menunjukkan betapa kayanya budaya maritim yang dimiliki Kabupaten Sukabumi.

“Tradisi ini adalah cermin dari hubungan harmonis antara manusia dan laut. Melalui doa, syukur, dan seni, kita bisa melihat betapa masyarakat pesisir kita menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan spiritual,” ujar Yudi.

Ia pun berharap agar kegiatan seperti ini terus mendapatkan dukungan lintas sektor, baik dari pemerintah daerah, masyarakat, maupun pelaku pariwisata dan UMKM. Sebab, menurutnya, penguatan budaya maritim akan berdampak langsung pada daya tarik wisata dan pemberdayaan ekonomi lokal.

“Kegiatan ini sangat potensial sebagai destinasi budaya. Banyak wisatawan datang bukan hanya untuk menikmati keindahan pantai, tapi juga untuk menyaksikan tradisi yang hidup dan berkembang. Ini harus kita jaga bersama sebagai aset budaya dan ekonomi,” tambahnya.

Yudi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus melestarikan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Hari Nelayan. Ia menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda agar budaya maritim tidak tergerus oleh zaman.

“Kita semua, termasuk generasi muda, punya tanggung jawab untuk merawat budaya ini. Jangan sampai hanya menjadi tontonan sesaat, tetapi harus menjadi kebanggaan dan warisan lintas generasi,” pungkasnya.

Diketahui, rangkaian Hari Nelayan Ujunggenteng tahun ini telah dimulai sejak 1 Juni, mencakup berbagai kegiatan kebudayaan, religi, sosial, hingga olahraga rakyat, dengan puncaknya berupa ritual adat larung saji ke tengah laut. Ritual ini dilakukan sebagai simbol penghormatan dan ungkapan syukur masyarakat kepada Sang Pencipta atas limpahan rezeki dari laut.

Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

BANYAK DIBACA

Terbaru