Sukabuminow.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menaruh harapan besar pada Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) yang baru saja dibentuk. Forum ini dipandang sebagai ruang strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan sekaligus menciptakan langkah nyata dalam mitigasi bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, mengungkapkan bahwa kerentanan bencana di Sukabumi sangat tinggi, mulai dari gempa bumi, longsor, banjir, hingga potensi tsunami. Oleh sebab itu, keberadaan FPRB diharapkan dapat memperkuat sistem penanggulangan yang lebih komprehensif.
“Forum ini tidak hanya sekadar wadah, tetapi harus benar-benar menghadirkan program nyata yang menyentuh masyarakat. Misalnya pelatihan kebencanaan, pembentukan desa tangguh bencana, dan peningkatan literasi kebencanaan di sekolah-sekolah,” ujarnya, Kamis (4/9/25) usai pembentukan FPRB di Pusbangdai, Cikembar.
Deden menekankan bahwa kesiapsiagaan harus dibangun sejak dini agar masyarakat tidak hanya menjadi objek korban, tetapi juga subjek yang aktif dalam pengurangan risiko. Menurutnya, keberhasilan mitigasi bencana terletak pada sejauh mana masyarakat terlibat secara langsung.
“BPBD bersama FPRB akan memperkuat edukasi, membangun jejaring komunikasi, hingga menyusun rencana aksi bersama. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya waspada, tetapi juga memiliki keterampilan menghadapi bencana,” imbuhnya.
Ia menambahkan, sinergi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media menjadi kunci utama dalam mewujudkan Sukabumi yang tangguh bencana.
“FPRB harus menjadi momentum untuk memperkokoh kolaborasi sehingga kesiapsiagaan bukan sekadar slogan, melainkan gerakan nyata di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Reporter: Ridwan HMS
Redaktur: Andra Permana
