BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem, BPBD Sukabumi Minta Warga Waspada

Sukabuminow.com || Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Republik Indonesia resmi mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berlaku pada 10 hingga 16 September 2025. Dalam periode tersebut, sejumlah wilayah, termasuk Provinsi Jawa Barat, diperkirakan akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Melalui surat resmi bernomor e.T/ME.02.04/007/KB/IX/2025 tertanggal 10 September 2025, BMKG menyampaikan bahwa potensi hujan lebat akan terjadi pada 10, 11, dan 16 September 2025, sementara hujan intensitas sedang diperkirakan turun pada 12 September 2025. Kondisi ini berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.

Menindaklanjuti peringatan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar rumah.

“Berdasarkan surat dari BMKG, kami mengimbau masyarakat Kabupaten Sukabumi untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat. Namun, warga diminta tetap tenang dan tidak panik, cukup memperhatikan kondisi cuaca di lingkungan masing-masing,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kabupaten Sukabumi, Agung Koswara Adiguna, Selasa (16/9/25).

Agung menegaskan bahwa BPBD juga meminta unsur pemerintahan di wilayah untuk menyiagakan posko bencana dan menyiapkan sarana komunikasi alternatif. Hal ini penting untuk mempercepat langkah tanggap darurat bila terjadi bencana.

“Peringatan dini cuaca ekstrem ini merupakan langkah preventif dari BMKG untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi. Kami juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati ketika beraktivitas di kawasan rawan bencana, seperti perbukitan, tebing, maupun bantaran sungai,” jelasnya.

Lebih lanjut, BPBD mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG maupun posko kebencanaan daerah, agar upaya mitigasi bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

“Dengan kesiapsiagaan sejak dini, diharapkan kita dapat meminimalkan dampak sosial, ekonomi, maupun lingkungan yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrem,” pungkas Agung.

Reporter: Edo
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

POPULER

Terbaru