Sukabuminow.com || Persoalan blankspot di Desa Sukarame, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, telah teratasi. Jaringan telekomunikasi Telkomsel kini telah mengudara melalui pemasangan menara Combat setinggi 40 meter di depan kantor desa yang menghadirkan konektivitas hingga jaringan 5G.
Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq, mengatakan persoalan blankspot di Desa Sukarame telah berlangsung cukup lama. Penanganannya kemudian dipercepat melalui komunikasi dan koordinasi lintas pihak, termasuk dengan Wakil Ketua DPR RI Saan Mustofa dan Sufmi Dasco Ahmad, serta jajaran Telkomsel.
“Alhamdulillah, persoalan blankspot di Desa Sukarame akhirnya terjawab. Setelah dilakukan koordinasi, komunikasi dengan pimpinan DPR RI, kemudian difasilitasi untuk berkomunikasi dengan pimpinan Telkomsel, saat ini sinyal Telkomsel di Desa Sukarame sudah on air,” ujar Okih, Rabu (26/8/26).
Menurut Okih, jaringan tersebut mulai aktif menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam pengujian langsung bersama pihak Telkomsel, kualitas jaringan dinilai stabil dan telah mendukung layanan 5G.
Sinyal tersebut dihadirkan melalui tower Combat sebagai solusi sementara. Infrastruktur itu diproyeksikan beroperasi sekitar enam bulan hingga satu tahun sambil menunggu proses pembangunan menara permanen.
“Combat ini sifatnya sementara. Sambil berjalan, proses pembangunan tower permanen sedang dipersiapkan sesuai mekanisme dan peraturan yang berlaku,” katanya.
Okih menilai, hadirnya jaringan telekomunikasi membawa manfaat lebih luas bagi masyarakat Sukarame. Akses internet tidak hanya dibutuhkan untuk komunikasi, tetapi juga menunjang pendidikan, kegiatan ekonomi, pelayanan publik, hingga pengembangan potensi pariwisata.
“Ini progres positif bagi masyarakat Desa Sukarame. Anak-anak dan pelajar akan lebih terbantu untuk dunia pendidikan. Ekonomi juga bisa berkembang, termasuk potensi pariwisata yang ada di Desa Sukarame karena sekarang sudah didukung jaringan komunikasi yang memadai,” tutur Okih.
Dampaknya juga dirasakan di sejumlah wilayah sekitar. Menurut Okih, jangkauan menara Combat di Sukarame turut meningkatkan kualitas sinyal di beberapa titik desa lain, termasuk wilayah yang mengarah ke Kampung Salakdaar, Desa Cikamak, serta kawasan Cikelat dan Cicadas.
“Kondisi ini menjadi keuntungan tambahan, karena satu infrastruktur dapat memberikan manfaat bagi wilayah yang lebih luas,” ujarnya.
Okih menjelaskan, pembangunan menara permanen membutuhkan proses dan mekanisme sesuai ketentuan. Persiapannya kini berjalan bersamaan dengan penggunaan Combat.
“Kami berharap ke depan pembangunan tower permanen dapat segera direalisasikan. Dengan begitu, masyarakat mendapatkan kepastian akses komunikasi dan internet dalam jangka panjang,” ucapnya.
Okih juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan DPR RI, jajaran Telkomsel, tim teknis, dan seluruh pihak yang membantu mempercepat penanganan blankspot di Sukarame.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada pimpinan DPR RI dan jajaran Telkomsel. Kolaborasi dan komunikasi yang baik membuat penanganan ini dapat dilakukan dengan cepat. Ini menjadi bukti bahwa ketika semua pihak bekerja bersama, persoalan konektivitas di daerah dapat diatasi,” katanya.
Saat ini, Okih menyebut tidak terdapat wilayah lain di Kecamatan Cisolok yang masuk kategori blankspot total. Beberapa titik memang masih memiliki kualitas sinyal lemah, tetapi kondisinya bersifat lokal dan tidak masuk kategori tanpa jaringan.
“Dengan hadirnya jaringan baru di Sukarame ini, kami berharap pemerataan konektivitas akan semakin memperkuat akses masyarakat terhadap informasi, pendidikan, ekonomi, pemerintahan, dan pariwisata,” pungkasnya.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana
