Kemarau Bikin Warga Purojati Sukabumi Kesulitan Air Bersih, Camat Cisolok Dorong Solusi Permanen

Sukabuminow.com || Musim kemarau kembali berdampak pada ketersediaan air bersih bagi warga Kampung Purojati, Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Persoalan yang berulang setiap tahun ini mendorong pemerintah kecamatan mencari solusi jangka panjang, bukan sekadar mengandalkan distribusi air saat kekeringan terjadi.

Camat Cisolok Okih Pazri Assidiq mengatakan, kesulitan air bersih di Kampung Purojati merupakan persoalan tahunan yang muncul ketika debit sumber mata air utama menurun hingga mengering.

Pada musim hujan, kebutuhan air warga selama ini dipenuhi dari mata air di kawasan gunung. Sumber tersebut berjarak sekitar 2 kilometer dari permukiman dan dialirkan melalui jaringan perpipaan menuju bak penampungan sebelum disalurkan ke rumah-rumah warga.

Namun, kondisi berubah saat kemarau. Debit mata air menurun sehingga aliran menuju permukiman terhenti dan warga kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

“Ini masalah tahunan setiap musim kemarau. Sumber air yang selama ini digunakan berada sekitar 2 kilometer dari bak penampungan. Dari sana air dipipakan ke bak, kemudian disalurkan ke rumah warga,” ujar Okih, saat mengisi ulang air bersih di bak penampungan Kampung Purojati, Rabu (26/8/26).

Menurut Okih, persoalan tersebut sebenarnya memiliki peluang untuk ditangani secara permanen. Pemerintah kecamatan telah mengidentifikasi sumber mata air alternatif yang debitnya relatif lebih stabil saat musim kemarau.

Lokasinya berada sekitar 1 kilometer dari sumber air yang selama ini dimanfaatkan masyarakat. Akan tetapi, sumber tersebut belum dapat langsung digunakan karena membutuhkan pembangunan atau perpanjangan jaringan perpipaan serta bak penampungan baru.

“Ada sumber air lain yang relatif lebih stabil. Jaraknya sekitar 1 kilometer dari sumber yang sekarang. Tinggal bagaimana dilakukan pipanisasi dan pembangunan bak penampungan baru sehingga bisa dialirkan kepada masyarakat,” kata Okih.

Karena itu, Okih berharap persoalan air bersih di Purojati tidak hanya ditangani melalui bantuan tangki air setiap kali musim kemarau.

Menurutnya, perlu dilakukan survei dan kajian teknis untuk memastikan kapasitas sumber air alternatif. Setelah itu, pembangunan jaringan perpipaan, bak penampungan, dan sarana pendukung dapat disiapkan secara terpadu.

“Harapan kami ada solusi segera untuk masyarakat, tetapi yang paling penting solusi tersebut bisa menjadi solusi permanen. Jangan sampai setiap musim kemarau masyarakat kembali mengalami kesulitan air bersih,” tuturnya.

Sambil menunggu penanganan jangka panjang, Kecamatan Cisolok tetap melakukan pendistribusian air bersih bagi warga terdampak.

Dalam dua hari terkahir, yakni Selasa dan Rabu (25 dan 26/8/26), distribusi air bersih kembali dilakukan. Bantuan tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan sejumlah pihak yang memiliki ketersediaan air, termasuk Dapur SPPG yang memiliki sumur bor dan persediaan air.

Air kemudian diangkut menggunakan kendaraan pembawa toren dari Kecamatan Cisolok menuju lokasi warga yang membutuhkan.

Okih menegaskan, langkah tersebut merupakan penanganan sementara untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama sumber air utama belum kembali normal.

“Untuk sementara, kami terus berkoordinasi dengan pihak-pihak yang memiliki sumber dan persediaan air bersih. Ini bentuk gotong royong untuk memenuhi kebutuhan warga,” ujarnya.

Persoalan tersebut telah dilaporkan Okih kepada Bupati Sukabumi Asep Japar. Laporan itu sekaligus menjadi permohonan dukungan agar sumber air alternatif di Purojati dapat dikaji dan ditindaklanjuti bersama organisasi perangkat daerah terkait.

Okih menyebut respons Bupati Sukabumi terhadap persoalan tersebut positif. Ia berharap dukungan tersebut dapat berlanjut pada kajian teknis dan pembangunan sarana air bersih yang dibutuhkan masyarakat.

“Sudah saya laporkan kepada Bapak Bupati Sukabumi dan responsnya positif. Semoga ada solusi segera untuk masyarakat dan bisa menjadi solusi permanen bagi warga Purojati,” katanya.

Selain kepada pemerintah daerah, persoalan tersebut juga telah disampaikan kepada Asisten Deputi Perlindungan dan Bantuan Sosial serta Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM).

Langkah tersebut diharapkan membuka peluang dukungan lintas sektor untuk mengatasi persoalan air bersih yang terus berulang di Kampung Purojati.

Bagi pemerintah Kecamatan Cisolok, pemenuhan air bersih bukan hanya persoalan bantuan saat bencana kekeringan terjadi. Ketersediaan sumber air dan jaringan distribusi yang memadai menjadi kebutuhan dasar yang perlu dibangun secara berkelanjutan.

Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

POPULER

Terbaru