Reporter : Ade Firmansyah
Sukabuminow.com || Bawang Dayak, tidak banyak orang tahu soal tanaman hortikultura yang satu ini. Namun tidak seperti keluarga bawang-bawangan lainnya seperti bawang merah dan putih, bawang dayak jarang digunakan untuk bumbu masakan, melainkan untuk pengobatan herbal.
Kepala Seksie Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Deni Ruslan, mengatakan, bawang dayak berasal dari Kalimantan. Sudah sejak lama dibudidayakan di Kabupaten Sukabumi namun popularitasnya kalah dari jenis bawang lainnya.
“Banyak petani yang belum mengetahui manfaat dari bawang dayak ini. Sejauh ini diketahui hanya untuk pewarna merah pada sayur asem dan obat masuk angin saja. Padahal ada 40 manfaat kesehatan yang dimiliki bawang dayak,” terang Um Den -sapaan Deni Ruslan- di ruangannya, Rabu (7/10/20).
Um Den menjelaskan, bawang dayak tumbuh di area yang biasa dipakai untuk bawang merah maupun putih. Namun pangsa pasar belum seperti bawang yang lainnya. Sejauh ini, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi masih bereksperimen dengan bawang dayak tersebut.
“Belum ada di pasaran secara luas. Harganya Rp 20 ribu per kilogram. Sejauh ini sebarannya ada di Nyalindung dan Ciemas. Bisa tumbuh bagus di ketinggian 850 meter di atas permukaan laut,” timpal Staf Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Yandi Maulana.
Adapun beberapa manfaat bawang dayak, antara lain mencegah infeksi, mencegah pertumbuhan bakteri, virus, dan mikroba, mencegah peradangan, menyembuhkan insomnia, membentuk sel darah merah, menurunkan kadar gula darah, mengatasi masalah lambung, meningkatkan gairah seksual, dan banyak lagi yang lainnya.
“Cara konsumsinya gampang, iris dua sampai tiga butir bawang dayak dan diseduh air panas, dinginkan kemudian minum tiga kali sehari. Bekas seduhan itu bisa diulang hingga dua kali. Atau bisa juga dikeringkan terlebih dahulu kemudian direbus,” jelas Yandi.
“Uniknya lagi, bawang dayak ini tidak memiliki bau seperti bawang merah atau putih, tapi lebih seperti bau kacang tanah. Saya sendiri sudah membuktikan khasiatnya,” tandasnya.
Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com
