Sukabuminow.com || Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi bergerak cepat melakukan monitoring terhadap dampak bencana banjir yang terjadi pada 26–27 Oktober 2025 di wilayah Kecamatan Cisolok dan Cikakak. Kegiatan yang dilakukan pada Senin (3/11/25) itu dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap keberlangsungan sektor pertanian pascabencana.
Menurut Aep, hasil monitoring menunjukkan bahwa lahan sawah yang terdampak banjir mencapai sekitar 6 hektare, terdiri atas 4 hektare di Desa Cikahuripan dan Desa Cisolok, Kecamatan Cisolok, serta 2 hektare di Desa Cimaja, Kecamatan Cikakak. Bencana tersebut berdampak pada sawah yang baru akan ditanami maupun sawah yang telah terdapat tanaman padi (existing).
“Banjir menyebabkan sebagian petani mengalami kerugian karena tanaman padi mereka rusak, dan beberapa areal sawah tidak bisa langsung diolah kembali. Kami juga mencatat adanya kerusakan pada saluran irigasi sekunder dan tersier yang harus segera ditangani agar proses tanam berikutnya tidak terganggu,” ujar Aep, Selasa (4/11/25).
Dalam kegiatan monitoring tersebut, Aep didampingi oleh Kepala Bidang Prasarana dan Penanggulangan Bencana Pertanian, Gilar M Akmal, Kepala UPTD Pertanian Wilayah Palabuhanratu Ira Nuryanti beserta staf, serta penyuluh dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Cisolok dan Cikakak, dan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT). Tim bersama-sama melakukan verifikasi lapangan, mendata kondisi lahan, dan mengevaluasi tingkat kerusakan untuk keperluan tindak lanjut.
Aep menegaskan, pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian akan terus mendampingi petani yang terdampak, baik melalui pendataan untuk program bantuan benih maupun dukungan teknis pemulihan lahan. Ia juga memastikan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Dinas Pekerjaan Umum, untuk mempercepat perbaikan jaringan irigasi yang rusak.
“Pemulihan sektor pertanian pascabencana tidak hanya soal memperbaiki lahan, tetapi juga mengembalikan semangat petani agar tetap produktif. Karena itu, kami akan terus hadir dan memberikan pendampingan, baik teknis maupun moral,” tutur Aep.
Ia juga mengimbau masyarakat dan para petani agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih mungkin terjadi di wilayah selatan Sukabumi. Petani diminta untuk mengikuti arahan penyuluh lapangan serta menjaga sistem drainase dan irigasi agar aliran air tidak terhambat.
“Kami berharap petani tidak kehilangan semangat. Distan akan berupaya semaksimal mungkin membantu pemulihan, termasuk melalui program-program pemerintah yang mendukung ketahanan pangan daerah,” pungkasnya.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana
