Antusiasme Masyarakat di Sukabumi Expo 2025 Jadi Modal BPBD Tingkatkan Mitigasi Bencana

Sukabuminow.com || Semangat kebersamaan dan kenangan hangat masih terasa dari keikutsertaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi dalam gelaran Sukabumi Expo 2025 yang berlangsung pada 25–28 September lalu di Lapang Cangehgar, Palabuhanratu. Melalui pameran tersebut, BPBD tidak hanya menampilkan alat kedaruratan bencana, tetapi juga menghadirkan edukasi langsung kepada masyarakat tentang pentingnya kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menyampaikan bahwa keikutsertaan BPBD di ajang tersebut menjadi momentum penting untuk mendekatkan lembaganya dengan masyarakat. “Kami tidak sekadar memamerkan peralatan, tetapi berupaya menghadirkan pengalaman nyata kepada warga tentang bagaimana menghadapi bencana sejak dini,” ujarnya, Jumat (3/10/25).

Antusiasme Masyarakat yang Tinggi

Selama pameran, stand BPBD menjadi salah satu yang paling ramai dikunjungi. Masyarakat dibuat kagum dengan berbagai alat kebencanaan, mulai dari gergaji mesin, pemotong besi, hingga teknologi penyulingan air yang mampu mengubah air kotor menjadi air layak konsumsi dalam kondisi darurat.

“Alhamdulillah, antusiasme warga begitu tinggi. Banyak yang awalnya tidak tahu tentang peralatan kami, tetapi setelah dijelaskan mereka jadi lebih paham bagaimana alat-alat ini bekerja dalam kondisi bencana,” jelas Deden.

Bukti Kesiapsiagaan di Palabuhanratu

Tidak hanya menampilkan peralatan, BPBD juga menegaskan kesiapan sistem peringatan dini bencana (Early Warning System). Deden menuturkan bahwa EWS di Palabuhanratu dan Loji sudah aktif dan telah diuji coba. Hal ini menjadi bukti bahwa BPBD terus memastikan wilayah pesisir tetap dalam pengawasan mitigasi bencana.

Rencana Tindak Lanjut BPBD

Lebih dari sekadar pameran, BPBD menjadikan pengalaman di Sukabumi Expo 2025 sebagai bahan evaluasi sekaligus pemicu semangat baru. Deden menegaskan bahwa edukasi kebencanaan akan terus diperluas ke tingkat desa-desa, terutama di daerah rawan bencana.

“Harapan kami, momentum ini bisa berlanjut dengan kegiatan edukasi langsung ke masyarakat. Kami akan menurunkan tim lebih intensif ke desa-desa, tidak hanya memberikan sosialisasi tetapi juga simulasi penanganan bencana agar warga semakin tangguh dan mandiri,” tegasnya.

Ajang Kenangan, Awal Komitmen Baru

Meski Sukabumi Expo 2025 telah usai, semangat yang lahir dari kegiatan tersebut masih melekat. Bagi BPBD Kabupaten Sukabumi, kenangan itu menjadi pengingat bahwa setiap langkah mitigasi bencana harus berawal dari kedekatan dengan masyarakat.

“Ini bukan akhir, melainkan awal dari komitmen baru. Edukasi kebencanaan harus terus berjalan agar masyarakat lebih siap menghadapi risiko bencana di masa depan,” pungkas Deden.

Reporter: Edo
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

BANYAK DIBACA

Terbaru