Sukabuminow.com || Deru hujan yang mengguyur deras pada Senin sore (27/10/25) di Kampung Pamokoan, Desa Sukarame, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, berubah menjadi duka yang dalam. Suara gemuruh tanah longsor memecah ketenangan sore itu, menelan harapan sembilan kepala keluarga yang kini hanya bisa memandangi sisa puing dan tanah yang menutupi rumah mereka.
Bencana longsor Cisolok Sukabumi ini meninggalkan luka yang sulit terhapus. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sedikitnya sembilan rumah terdampak, lima di antaranya tertimbun material longsor, sementara empat lainnya rusak berat akibat terjangan tanah yang meluncur deras dari perbukitan di sekitar permukiman.
Di antara para korban, terdapat kisah menggetarkan dari Dani Setiawan (37 th), warga yang kehilangan hampir seluruh harta bendanya. Dengan nada berat, Dani mengenang peristiwa sore itu ketika alam tiba-tiba mengamuk dan memaksa keluarganya mengungsi tanpa sempat menyelamatkan apa pun.
“Waktu kejadian saya sedang di Bandung bekerja. Sekitar pukul lima sore saya dapat kabar rumah longsor. Alhamdulillah, anak dan istri sudah dievakuasi lebih dulu oleh kakak ipar sekitar jam tiga sore karena hujan deras waktu itu,” tutur Dani, Sabtu (1/11/25).
Kini, yang tersisa hanyalah ingatan dan doa. Ia berusaha menggali sisa-sisa barang berharganya yang tertimbun tanah di antaranya dokumen penting, motor, pakaian, dan hasil panen padi. Namun sebagian besar sudah tak bisa diselamatkan.
“Yang saya cari sekarang cuma dokumen-dokumen penting. Semua perabotan sudah tertimbun. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, tapi ada sembilan kepala keluarga atau sekitar 30 jiwa yang terdampak,” sambungnya lirih.
Dani dan para warga yang kehilangan tempat tinggal kini berharap pemerintah segera memberi solusi relokasi permanen. Mereka tak lagi menuntut banyak, hanya ingin hidup di tempat yang lebih aman, jauh dari ancaman tanah yang sewaktu-waktu bisa longsor kembali.
“Harapan kami semoga bisa direlokasi ke tempat yang lebih aman. Mau pindah ke mana pun tidak masalah, yang penting aman. Kami juga berharap ada bantuan dari pemerintah untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya penuh harap.
Hingga kini, warga bersama relawan dari BPBD Sukabumi, TNI, dan masyarakat sekitar masih berjibaku membersihkan material longsor. Proses pembersihan dilakukan secara gotong royong, meski medan curam dan kondisi tanah yang masih labil membuat upaya tersebut berjalan lambat. Warga berharap ada alat berat yang diturunkan untuk mempercepat proses evakuasi dan pembersihan area terdampak.
Longsor di Desa Sukarame, Kecamatan Cisolok ini bukan hanya meruntuhkan bangunan, tetapi juga menguji keteguhan hati para korban. Di tengah lumpur dan reruntuhan, mereka tetap bertahan, menggenggam harapan agar pemerintah dan masyarakat sekitar tidak melupakan luka yang mereka tanggung.
Reporter: Edo
Redaktur: Andra Permana
