Sukabuminow.com || Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, menyebut belum semua peserta Sukabumi Expo 2024 memahami unsur tematik yang diharapkannya. Hal itu diungkapkan usai membuka event dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) Ke-154 itu di Lapang Cangehgar Palabuhanratu, Jumat (6/9/24) malam.
“Sebetulnya capaian-capaian bisa digambarkan di expo. Tetapi tematiknya ada yang sudah jalan ada yang masih (tidak berjalan). Mungkin memang cara mencermati atau saya di luar belum mencermati, tapi masih hampir rata jadi penyampaian informasinya belum sesuai yang diharapkan,” katanya.

Ia menyebut perlu ada inovasi yang ditampilkan di setiap stand. Padahal menurutnya, keharusan menjalankan tema sudah disampaikan dari awal. Awalnya ia berharap, apa yang ditampilkan di stand pameran pembangunan tersebut bisa menjawab persoalan dan mampu mengobati ‘dahaga’ masyarakat yang ingin tahu seputar kinerja pemerintahan maupun dunia usaha hingga swasta.
“Jadi gak usah lagi ada guiden dari yang nunggu stand untuk menjelaskan kepada pengunjung, tapi harusnya dengan melihat stand saja masyarakat bisa paham. Model tadi SCG, RDF itu orang enggak bakalan tahu. Saya atau Pak Dandim saja mungkin belum tahu secara utuh apa sih RDF, apa lagi masyarakat. Jadi gambarnya bagus, cuma mungkin akan bertanya itu apa,” bebernya.
Di lain sisi, Marwan juga memuji penyelenggaraan Sukabumi Expo 2024. Menurutnya, penataan ruang lebih bagus. Namun ia kembali mengkritik minimnya informasi yang diberikan stand kepada pengunjung.
“Harusnya bikin animas. Memang perlu biaya sih ya. Atau bila perlu mereka membikin narasinya di film, jangan di board yang mati gitu. Harus dijelaskan tapi lewat media mereka bisa menggambarkan. Misal dinas yang berurusan dengan pertambangan, ada apa sih di Sukabumi itu A, B ,C, D. Pariwisata ada apa sih.”
“Contoh saja saya tidak melihat badan penyelenggara geopark, ada gak?. Perasaan saya enggak ada, hanya pariwisata aja. Padahal itu dunia loh mengakuinya, berarti ‘euweuh kahayang,” ketusnya.
Sukabumi Expo 2024 diikuti 68 booth/stand pemerintah, dunia usaha, hingga swasta. Menurut rencana, event tersebut akan digelar hingga 10 September mendatang. (Edo)
Editor : Andra Permana
