SMPN 2 Nagrak Dorong Penguatan Ekosistem Pendidikan Lewat Konsep Gapura Panca Waluya

Sukabuminow.com || SMPN 2 Nagrak di Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, tengah memperkuat arah pendidikan yang menekankan keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan moral. Melalui implementasi nilai Gapura Panca Waluya — cageur, bageur, bener, pinter, tur singer — sekolah ini berkomitmen membangun ekosistem pendidikan yang sehat, adaptif, dan berkarakter.

Kepala SMPN 2 Nagrak, Yana Rudiana, menegaskan bahwa penguatan ekosistem pendidikan menjadi kunci dalam membentuk siswa yang tangguh secara akademik maupun sosial. Ia menilai, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum, tetapi juga kolaborasi seluruh unsur yang ada di sekolah.

“Jika seluruh tenaga pendidik, tenaga kependidikan, komite, dan orang tua bersatu dalam ekosistem yang kuat, maka pendidikan akan tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” ujar Yana, Selasa (7/10/25).

Arah Baru Pendidikan Berbasis Karakter

Menurut Yana, nilai-nilai Gapura Panca Waluya merupakan fondasi penting untuk membangun karakter peserta didik di era yang serba cepat dan digital. Lima nilai ini mencakup kesehatan jasmani (cageur), moralitas (bageur), kejujuran (bener), kecerdasan intelektual (pinter), dan ketangkasan dalam bertindak (singer).

Konsep tersebut juga sejalan dengan Inner Development Goals (IDGs) — tujuan pembangunan batin global yang mencakup aspek being, thinking, relating, collaborating, dan acting.

“Kami ingin peserta didik tidak hanya cerdas di atas kertas, tetapi juga bijaksana, empatik, dan siap hidup di tengah masyarakat yang kompleks,” jelasnya.

Menekan Angka Putus Sekolah

SMPN 2 Nagrak juga berupaya memperkuat aksesibilitas pendidikan bagi seluruh anak di wilayahnya. Yana menyebut, program pendidikan yang inklusif menjadi langkah penting untuk memastikan tidak ada lagi anak yang putus sekolah karena faktor ekonomi atau geografis.

Pemerintah daerah, kata dia, telah menunjukkan komitmen nyata melalui berbagai kebijakan, seperti pembangunan sarana prasarana, program beasiswa, dan pembentukan sekolah baru.

“Langkah-langkah ini sangat relevan dengan semangat Gapura Panca Waluya yang menempatkan kesejahteraan anak sebagai pusat perhatian,” tambahnya.

Guru sebagai Katalis Inovasi

Selain akses, peningkatan mutu pendidikan menjadi tantangan utama yang sedang dihadapi. Yana menekankan pentingnya penguatan kompetensi guru agar mampu berinovasi dalam proses pembelajaran yang berorientasi pada karakter.

“Guru bukan hanya pengajar, tetapi juga pembentuk karakter. Dukungan terhadap peningkatan kompetensinya akan berdampak langsung pada kualitas siswa,” ujarnya.

Ia menilai, kolaborasi antara sekolah dan orang tua merupakan faktor penting dalam membangun budaya belajar yang berkelanjutan. Sekolah berkomitmen menciptakan ruang dialog dan sinergi agar penguatan karakter tidak berhenti di ruang kelas.

Menuju Pendidikan yang Memerdekakan

Dengan pendekatan yang berakar pada nilai-nilai lokal namun berorientasi global, SMPN 2 Nagrak berupaya menjadikan pendidikan sebagai sarana pembentukan manusia seutuhnya.

“Gapura Panca Waluya bukan hanya slogan. Ini arah strategis untuk membangun generasi sehat, berakhlak, cerdas, dan adaptif terhadap perubahan zaman,” pungkasnya.

Reporter: Edo
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

BANYAK DIBACA

Terbaru