Saminem, Perempuan Tangguh Masa Kini

Sukabuminow.com || Saminem (50), warga Kampung Cikukulu RT 7/2, Desa Cisande, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, memiliki profesi yang tak lazim bagi seorang perempuan.

Selama 6 tahun ini, Saminem berjualan cilok keliling dengan cara ditanggung menggantikan peran suaminya. Lili Bisri (67), suami Saminem harus menyerah berjualan karena menderita stroke. Padahal, mereka masih memiliki dua orang puteri yang masih duduk di bangku sekolah.

Bak dalam film, setiap hari, perempuan paruh baya itu berkeliling menjajakan dagangannya. Tak jarang, ia berhenti di tengah perjalanan karena tenaganya terkuras. Namun apa daya, kebutuhan hidup yang mendesak, membuat Saminem tak mengenal kata ‘menyerah’.

Kata ‘menyerah’ tak pernah ada dalam kamus hidup Saminem. Baginya, pulang dengan membawa uang hasil jualan demi mencukupi kebutuhan hidup adalah target realistis yang harus dicapai setiap hari.

“Penghasilan saya tak menentu. Setiap hari keliling cukup jauh,” tutur Saminem yang berasal dari Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah itu, Senin (25/3/19).

Baca Juga  :

Perjuangan perempuan tangguh bernama Saminem, rupanya menarik perhatian penggiat sosial, Kristiawan Saputra. Bahkan, pria berkepala plontos itu memposting kehebatan Saminem dalam berjuang sehari-hari di akun media sosial miliknya hingga menjadi viral.

Tak sampai di situ, ia bersama kolega yang tergabung dalam SKP (Sahabat Kristiawan Peduli), bertekad membantu kehidupan keluarga Saminem dengan membuka donasi melalui Kitabisa.com.

“Kami sangat terharu dengan perjuangan Bu Saminem. Menolak menyerah di tengah himpitan ekonomi,” papar Kristiawan saat dihubungi Sukabuminow melalui pesan singkat, Senin (25/3/19).

Tidak ada yang tidak mungkin dalam kehidupan ini. Buktinya, hanya dalam waktu 5 hari sejak donasi dibuka pada 20 Maret 2019 lalu, SKP berhasil menghimpun dana yang tak bisa dibilang sedikit. Rp306.243.781 berhasil dikumpulkan para penggiat sosial itu dari 3.534 donatur.

“Tadinya kami targetkan Rp250 juta dalam 30 hari. Tapi ternyata, hanya dalam 5 hari, kami bisa mengumpulkan lebih dari itu. Alhamdulillah,” terang Kristiawan.

Ia menegaskan, uang ratusan juta rupiah itu akan diperioritaskan untuk biaya pendidikan kedua puteri Saminem. Sebagian lainnya untuk modal usaha serta perbaikan rumah yang saat ini ditinggali Saminem dan keluarganya, serta tabungan kesehatan.

“Uang itu akan kami gunakan juga untuk biaya pengobatan suami Bu Saminem,” urainya.

“Bu Saminem juga sangat ingin bertemu dengan saudaranya di Cilacap. Sudah 12 tahun tidak bertemu. Kami akan bantu beliau untuk mewujudkan itu,” tandasnya. (R Tanjung)

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

BERITA TERKAIT

POPULER

Terbaru