Wisata Pantai Selatan Sukabumi Dievaluasi, Keselamatan dan Tibumtranmas Jadi Prioritas

Sukabuminow.com || Kawasan wisata Pantai Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, kini mulai memasuki fase pengawasan ketat pemerintah menyusul meningkatnya perhatian terhadap aspek keselamatan wisatawan dan ketertiban kawasan wisata pantai selatan Jawa Barat.

Di tengah tingginya arus kunjungan wisatawan, pemerintah menilai pengelolaan wisata air tidak lagi cukup hanya mengandalkan daya tarik alam. Pengawasan terhadap standar keamanan, legalitas usaha, kesiapan mitigasi kecelakaan, hingga pengendalian ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat (tibumtranmas) menjadi perhatian utama.

Situasi tersebut mendorong Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Barat bersama Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sukabumi melakukan monitoring langsung ke sejumlah wahana wisata air di kawasan Pantai Buffalo, Palabuhanratu, Jumat (22/5/26).

Pengawasan itu menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga citra kawasan wisata unggulan nasional di selatan Jawa Barat agar tetap aman, tertib, dan layak dikunjungi.

Kepala Bidang Pembinaan Masyarakat dan Aparatur Satpol PP Provinsi Jawa Barat, Budi Kadaris Rudiyanto mengatakan, pengawasan dilakukan untuk memastikan seluruh aktivitas wisata air memenuhi standar keselamatan sekaligus tidak menimbulkan potensi gangguan ketertiban kawasan.

Menurutnya, kawasan wisata pantai memiliki tingkat risiko tinggi karena melibatkan mobilitas wisatawan dalam jumlah besar, aktivitas laut, lalu lintas kawasan, hingga persoalan lingkungan.

“Wisata air ini harus memperhatikan banyak aspek, mulai dari keselamatan pengunjung, pengelolaan lingkungan, tata kelola sampah, kepadatan pengunjung, sampai dampak lalu lintas kawasan wisata,” ujar Budi.

Ia menilai, penguatan pengawasan wisata pantai saat ini menjadi kebutuhan mendesak, terutama setelah beberapa insiden laut sebelumnya memakan korban wisatawan di kawasan Palabuhanratu.

Karena itu, pemerintah mulai menempatkan pengawasan wisata air sebagai bagian dari penguatan sistem tibumtranmas di daerah wisata. Tidak hanya untuk melindungi wisatawan, tetapi juga menjaga stabilitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata.

Dalam monitoring tersebut, Satpol PP menemukan masih adanya proses administrasi perizinan yang belum sepenuhnya selesai di sejumlah wahana wisata air. Pemerintah pun meminta pengelola segera melengkapi dokumen legalitas dan meningkatkan kesiapan mitigasi keselamatan.

Selain legalitas usaha, pengelola diminta menyediakan papan imbauan keselamatan, jalur evakuasi, fasilitas kebersihan, alat penanganan darurat, hingga sistem komunikasi cepat apabila terjadi kecelakaan wisata.

Budi menegaskan, pemerintah tidak ingin pengembangan wisata hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi tanpa dibarengi perlindungan terhadap keselamatan masyarakat.

“Kalau aktivitas wisata memiliki potensi risiko tinggi, maka mitigasi dan kesiapan penanganannya juga harus benar-benar matang,” katanya.

Menurutnya, pengawasan ini sekaligus menjadi bagian dari evaluasi tata kelola wisata pantai di Jawa Barat agar lebih berkelanjutan dan memiliki standar keamanan yang jelas.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Sukabumi, Deni Yudono menegaskan pihaknya terus memperkuat pengawasan langsung di lapangan bersama Satpol PP Provinsi Jawa Barat.

Deni mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh pelaku usaha wisata air di Palabuhanratu mematuhi aturan dan mengutamakan keselamatan pengunjung.

“Hari ini kami bersama Satpol PP Provinsi Jawa Barat turun langsung untuk memastikan para pelaku usaha wisata air melengkapi seluruh perizinan serta memperhatikan faktor keselamatan wisatawan,” ujarnya.

Ia menambahkan, personel Satpol PP Kabupaten Sukabumi juga diterjunkan untuk memberikan edukasi kepada pengelola wisata terkait pentingnya kepatuhan aturan dan mitigasi risiko.

“Penguatan pengawasan wisata air menjadi bagian penting dalam menjaga ketertiban kawasan wisata yang selama ini menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir Sukabumi,” katanya.

“Kami berharap seluruh pengelola wisata dapat kooperatif dan segera melengkapi seluruh persyaratan yang masih kurang agar aktivitas wisata di Palabuhanratu dapat berkembang secara aman dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

BANYAK DIBACA

Terbaru