Kabupaten SukabumiPeristiwa

Empat Hari Penuh Harap, Korban Terakhir Pemancing Hilang di Pantai Cikeueus Akhirnya Ditemukan

Sukabuminow.com || Empat hari penuh kecemasan akhirnya mencapai ujung. Laut Cikeueus yang sejak awal menyimpan misterinya, hari ini menyerahkan kembali satu nyawa yang hilang di tengah amukan ombak besar. Tim SAR Gabungan menemukan korban terakhir insiden dua pemancing terseret ombak di Pantai Cikeueus, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.

Suasana haru menyelimuti proses pencarian sejak hari pertama. Anggota SAR, nelayan, hingga keluarga korban tak henti menyisir setiap sudut lautan, berharap ada keajaiban. Namun harapan itu perlahan berubah menjadi penerimaan ketika satu per satu temuan muncul di permukaan air.

Koordinator Pos SAR Basarnas Sukabumi, Suryo Adianto, mengisahkan kembali perjalanan panjang pencarian tersebut. Pada Selasa (18/11/25), korban pertama, Deni Setiawan (35), warga Palabuhanratu, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Temuan itu menjadi penanda bahwa laut tengah murka.

“Sejak hari pertama, gelombang cukup tinggi. Tapi kami tetap bergerak karena keluarga menunggu kepastian,” ungkap Suryo.

Rabu (19/11/25) pagi, pencarian dilanjutkan dengan cakupan lebih luas. Sekitar pukul 10.00 WIB, kabar itu akhirnya tiba, sesosok tubuh ditemukan mengambang telungkup di perairan Pantai Cibakung, sekitar satu nautical mile dari garis pantai.

“Alhamdulillah, Basarnas bersama nelayan, Polair, dan keluarga akhirnya berhasil menemukan korban atas nama Ujang Agus. Kami menemukannya mengambang, masih dengan pakaian lengkap,” ujar Suryo.

Saat jasad diangkat ke atas perahu, suasana hening seketika. Keluarga yang menunggu di daratan hanya bisa menahan air mata ketika melihat ciri-ciri pakaian yang selama ini digambarkan: baju hitam lengan panjang bergambar di bagian belakang, celana hitam, dan sepatu yang masih melekat kuat.

“Ciri-cirinya sesuai dengan laporan keluarga. Setelah memastikan pakaian dan kondisi, keluarga mengonfirmasi bahwa itu adalah Ujang Agus,” kata Suryo.

Menurutnya, titik penemuan berjarak sekitar 2–3 kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan hilang setelah terseret ombak besar saat memancing.

Dengan ditemukannya korban terakhir, operasi pencarian resmi ditutup. Laut kembali tenang, tetapi jejak tragedi itu masih tertinggal di ingatan mereka yang kehilangan.

Reporter: Edo
Redaktur: Andra Permana

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page