Tabungan Hidup Warga Hilang, Kasus Pencurian Domba Gegerkan Desa Cipeuteuy Sukabumi

Sukabuminow.com || Peristiwa pencurian ternak kembali menjadi sorotan. Kali ini terjadi di Kampung Leuwi Waluh, Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Satu ekor domba milik warga dilaporkan hilang pada Jumat (20/2/26) pagi, memicu keresahan di tengah masyarakat pedesaan.

Di banyak wilayah Indonesia, kasus pencurian ternak bukan sekadar tindak kriminal biasa. Bagi peternak kecil, domba dan kambing adalah “tabungan hidup” yang sewaktu-waktu dapat diuangkan untuk kebutuhan mendesak, mulai dari biaya pendidikan hingga kebutuhan kesehatan.

Kronologi Hilangnya Domba

Domba tersebut diketahui milik Oyot, warga RT 03/RW 07. Kehilangan baru disadari saat korban hendak memberi pakan rutin pada pagi hari. Setelah dilakukan pengecekan, jumlah ternak berkurang satu ekor.

Menurut keterangan Dadang, warga sekitar yang ikut membantu memeriksa kandang, tidak ditemukan tanda-tanda kerusakan mencolok.

“Biasanya sore hari domba masih lengkap. Tapi pagi dicek sudah berkurang satu ekor. Diduga hilangnya malam hari,” ujarnya.

Letak kandang yang tidak jauh dari permukiman warga justru membuat peristiwa ini semakin mengejutkan. Dugaan sementara, pelaku menjalankan aksinya secara senyap saat situasi lingkungan sedang lengang.

Dampak Ekonomi bagi Peternak Kecil

Di pedesaan seperti Cipeuteuy, satu ekor domba memiliki nilai ekonomi signifikan. Selain sebagai sumber penghasilan, ternak juga menjadi bentuk investasi jangka pendek keluarga.

Kehilangan satu ekor saja dapat berdampak pada stabilitas keuangan rumah tangga. Kondisi ini memperkuat urgensi keamanan lingkungan berbasis masyarakat, terutama di wilayah dengan mayoritas warga berprofesi sebagai petani dan peternak.

Isu pencurian ternak di desa-desa Indonesia kerap berulang, terutama menjelang momentum tertentu seperti hari besar keagamaan atau musim paceklik. Oleh karena itu, penguatan sistem keamanan menjadi kebutuhan mendesak, bukan sekadar imbauan.

Pemerintah Desa: Aktifkan Ronda dan Perkuat Siskamling

Kepala Desa Cipeuteuy, Purnama Wijaya, menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari.

“Kami mengimbau warga agar lebih peduli terhadap keamanan lingkungan. Ronda malam perlu kembali diaktifkan dan ditingkatkan. Jika melihat orang atau aktivitas mencurigakan, segera laporkan,” tegasnya.

Pemerintah desa mendorong penguatan sistem keamanan lingkungan (siskamling) sebagai langkah preventif. Selain itu, warga yang memiliki ternak diminta memperkuat pengamanan kandang dengan memasang kunci tambahan, menyediakan penerangan memadai, serta menempatkan kandang di lokasi yang mudah dipantau.

Alarm Keamanan Desa

Kasus di Sukabumi ini menjadi pengingat bahwa keamanan desa tidak bisa sepenuhnya diserahkan pada aparat saja. Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama.

Mengaktifkan kembali budaya ronda malam, memperkuat solidaritas antarwarga, serta membangun komunikasi cepat antar-RT dapat menjadi solusi konkret untuk menekan potensi tindak kriminal di wilayah pedesaan.

Peristiwa pencurian domba di Kabandungan bukan hanya soal satu ternak yang hilang. Lebih dari itu, ini tentang rasa aman masyarakat desa yang harus dijaga bersama.

Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

POPULER

Terbaru