Tekan Laju Kelahiran, DPPKB Sukabumi Gencarkan KB Jangka Panjang

Sukabuminow.com || Isu pertumbuhan penduduk kembali menjadi perhatian serius di tingkat nasional. Di tengah tantangan bonus demografi dan tekanan terhadap sumber daya, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengambil langkah strategis dengan memperkuat pelayanan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).

Melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), program ini tidak hanya menyasar pengendalian angka kelahiran, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan keluarga berkualitas dan pembangunan berkelanjutan.

Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi DPPKB Kabupaten Sukabumi, Feri Budiman, menegaskan bahwa MKJP menjadi salah satu instrumen paling efektif dalam menekan laju pertumbuhan penduduk.

“Pelayanan MKJP meliputi IUD, implan, Metode Operasi Wanita (MOW) atau tubektomi, serta Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi. Selain itu, masyarakat juga tetap dapat mengakses metode jangka pendek seperti pil dan suntik,” ujarnya, Minggu (5/4/26).

Program MKJP yang digencarkan Sukabumi tidak berdiri sendiri. Secara nasional, Indonesia tengah menghadapi dua sisi tantangan demografi:

– Potensi bonus demografi yang membutuhkan kesiapan SDM unggul
– Risiko ledakan penduduk jika tidak dikendalikan secara efektif

Jika tidak diantisipasi, tingginya angka kelahiran berpotensi menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari meningkatnya angka kemiskinan, keterbatasan lapangan kerja, hingga tekanan terhadap layanan kesehatan dan pendidikan.

Dalam konteks ini, MKJP dinilai lebih efektif karena memiliki tingkat keberhasilan tinggi, jangka perlindungan panjang, serta minim risiko kegagalan dibanding metode jangka pendek.

Bagi Sukabumi, penguatan layanan MKJP bukan sekadar program kesehatan, melainkan bagian dari strategi besar menjaga stabilitas sosial dan ekonomi daerah.

Dengan wilayah yang luas dan jumlah penduduk yang terus bertambah, pengendalian pertumbuhan menjadi kunci agar pembangunan tetap terarah dan merata.

“Intinya, program pemerintah berfokus pada upaya menekan laju pertumbuhan penduduk,” tegas Feri.

Pendekatan yang kini dikembangkan tidak lagi sekadar mengurangi angka kelahiran, tetapi juga menggeser paradigma menuju:

– Keluarga kecil berkualitas
– Perencanaan kehidupan berkeluarga
– Peningkatan kesehatan reproduksi
– Penguatan peran pria dalam KB (MOP)

Langkah ini sejalan dengan agenda pembangunan nasional yang menempatkan kualitas sumber daya manusia sebagai prioritas utama.

Upaya yang dilakukan DPPKB Kabupaten Sukabumi menunjukkan bahwa pengendalian penduduk bukan hanya tanggung jawab pusat, tetapi juga daerah.

Dengan menggencarkan MKJP, Sukabumi tidak hanya menjaga keseimbangan pertumbuhan penduduk lokal, tetapi juga berkontribusi dalam menjawab tantangan demografi Indonesia ke depan.

Jika konsisten dijalankan, strategi ini berpotensi menjadi model pengendalian penduduk berbasis daerah yang efektif dan berkelanjutan.

Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

BANYAK DIBACA

Terbaru