50 Tahun Desa Loji, Warga Bersatu dalam Milangkala “Ngabakti, Ngabukti, Ngahiji

Sukabuminow.com || Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kini genap berusia 50 tahun. Perayaan milangkala desa yang dipimpin Papang Suherlan itu berlangsung meriah. Selama hampir sebulan, masyarakat disatukan melalui rangkaian kegiatan olahraga, seni budaya, keagamaan, hingga hiburan.

Puncak perayaan digelar Minggu (23/8/26) dengan upacara adat, sambutan pejabat daerah, potong tumpeng, pertunjukan debus, serta hiburan musik. Ribuan warga dari berbagai RT, kader PKK, dan kelompok masyarakat turut meramaikan momentum setengah abad Desa Loji tersebut. Seluruh kegiatan termasuk acara puncak digelar di Lapangan Sepakbola Loji.

Ketua Umum Milangkala Desa Loji ke-50 sekaligus PHBN Desa Loji, Agus Sugianto, mengatakan rangkaian kegiatan telah dimulai sejak 1 Agustus 2026. Agenda diawali pertandingan sepak bola anak dan antarkedusunan, kemudian dilanjutkan voli putra-putri, pentas seni, pencak silat, jaipong, istigasah akbar, serta parade musik.

“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Semua RT hadir, termasuk kader dan ibu-ibu PKK. Tujuan kami memang menyatukan warga Desa Loji,” ujar Agus saat ditemui di kantor desa.

Menurut Agus, Milangkala ke-50 tidak hanya dirancang sebagai pesta hiburan. Panitia sengaja memberikan ruang besar bagi seni dan budaya lokal agar potensi Desa Loji semakin dikenal masyarakat.

Pencak silat, jaipong, dan berbagai kesenian dari sanggar serta padepokan lokal ditampilkan dalam rangkaian pentas seni.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Desa Loji memiliki banyak potensi budaya. Ada sanggar dan padepokan yang selama ini berkembang di masyarakat, sehingga kami tampilkan dalam Milangkala ini,” katanya.

Semangat tersebut dirangkum dalam tema “Ngabakti, Ngabukti, Ngahiji”. Tema itu sekaligus menjadi pesan agar masyarakat terus menjaga pengabdian, membuktikan potensi desa, dan memperkuat persatuan.

Menariknya, perayaan tahun ini juga dilengkapi jingle khusus Milangkala ke-50 berjudul “Desa Loji Ngahiji, Ngabukti, Ngabakti”. Lagu tersebut diciptakan oleh panitia bersama BUMDes.

Di tengah efisiensi anggaran desa, kemeriahan Milangkala Desa Loji disebut tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah desa.

Agus menjelaskan, anggaran desa yang dialokasikan untuk kegiatan PHBN sekitar Rp14 juta. Selebihnya dihimpun melalui iuran RT, sponsor, dan dukungan para donatur.

“Dari desa memang ada anggaran untuk PHBN sekitar Rp14 juta. Kemudian setiap RT ikut iuran Rp200 ribu. Selebihnya dari sponsor dan donatur. Alhamdulillah kegiatan tetap berjalan lancar,” ujarnya.

Sebelum rangkaian Milangkala dimulai, kegiatan keagamaan seperti tablig akbar dan santunan juga telah dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan.

Selain memperkuat kebersamaan, kegiatan tersebut turut memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berjualan selama acara berlangsung.

Agus menilai hal itu menjadi salah satu manfaat penting dari perayaan Milangkala.

“Harapannya kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat, terutama UMKM. Dengan adanya kegiatan seperti ini, mereka bisa ikut berjualan dan mendapatkan manfaat ekonomi,” katanya.

Desa Loji merupakan desa hasil pemekaran dari Desa Cidadap. Memasuki usia 50 tahun, Agus menilai perayaan Milangkala memiliki makna penting untuk menjaga ingatan kolektif masyarakat terhadap sejarah desa.

“Kalau tidak diadakan kegiatan seperti ini, masyarakat bisa lupa bahwa Desa Loji sudah berusia 50 tahun. Karena itu, kami ingin momentum ini menjadi pengingat bagi seluruh warga,” tuturnya.

Bagi panitia, keberhasilan penyelenggaraan tahun ini menjadi capaian tersendiri. Terlebih, kegiatan mampu dirangkai dengan berbagai agenda olahraga, budaya, keagamaan, dan hiburan melalui dukungan masyarakat.

Milangkala Desa Loji ke-50 akhirnya bukan sekadar perayaan usia desa. Momentum tersebut menjadi ruang untuk merawat sejarah, menghidupkan budaya lokal, menggerakkan UMKM, sekaligus menyatukan warga dalam semangat gotong royong.

Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

POPULER

Terbaru