KORMI dan Mahasiswa KKM STKIP Bina Mutiara Sukabumi Gelar Festival Layangan Adu di Cisolok

Sukabuminow.com || Suasana Lapangan Ciodeng, Desa Wanajaya, Kecamatan Cisolok, berubah riuh pada Sabtu (23/8/25). Warga tumpah ruah menyaksikan kemeriahan Festival Ketangkasan Layangan Adu Tingkat Anak-anak se-Kecamatan Cisolok. Ajang ini digagas Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Sukabumi bersama mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 26 STKIP Bina Mutiara Sukabumi, berkolaborasi dengan Paguris Team.

Sebanyak 32 anak tampil penuh semangat, menebarkan layangan adu mereka ke langit biru Wanajaya. Sorak-sorai penonton mengiringi tiap kali benang saling beradu hingga satu per satu layangan terputus. Suasana semakin semarak karena kegiatan ini digelar dalam rangka peringatan HUT RI ke-80, yang identik dengan semangat sportivitas, kreativitas, dan kebersamaan.

Berita Terkait :

Para juara pun mendapat apresiasi berupa trophy dan uang tunai, yakni Rp500 ribu untuk juara pertama, Rp300 ribu untuk juara kedua, Rp150 ribu untuk juara ketiga, dan Rp50 ribu untuk juara keempat.

Ketua KKM STKIP Bina Mutiara Sukabumi Kelompok 26, Yusa Raihan Dhani, menuturkan bahwa festival layangan ini menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya melatih ketangkasan anak-anak, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan dan rasa cinta budaya tradisional.

“Kami ingin anak-anak memiliki wadah positif untuk menyalurkan bakatnya. Layangan adalah permainan rakyat yang sarat nilai kebersamaan. Melalui festival ini, kami berusaha menghadirkan suasana gembira bagi masyarakat, sekaligus merayakan kemerdekaan dengan cara yang khas,” ungkap Yusa.

Yusa juga menambahkan, festival ini melengkapi berbagai program yang telah digelar kelompoknya selama menjalani KKM di Desa Wanajaya. Sebelumnya, mereka sukses mengadakan Wanajaya Expo 2025, kegiatan pelepasan benih ikan lele lokal dan nilem di hulu Sungai Cisolok, serta sejumlah aktivitas edukatif yang menyentuh langsung kebutuhan warga.

Sementara itu, Ketua Paguris Team, Soetta Faqih, menyampaikan rasa bangganya atas antusiasme anak-anak dan masyarakat yang begitu tinggi. Ia menilai festival layangan adu ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga simbol bahwa tradisi permainan rakyat masih mendapat tempat di hati generasi muda.

“Kemeriahan hari ini membuktikan bahwa permainan tradisional tetap hidup dan bisa diwariskan. Layangan adu ini mengajarkan anak-anak arti sportivitas, keberanian, dan ketangkasan. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilanjutkan di tahun-tahun mendatang,” ujar Soetta.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari warga Desa Wanajaya. Banyak orang tua mengapresiasi karena anak-anak memiliki ruang untuk berkompetisi secara sehat. Festival ini juga menambah catatan positif KORMI dalam menghadirkan olahraga rekreasi yang mampu memperkuat persaudaraan dan menumbuhkan kebanggaan daerah.

Sebagai informasi, kelompok 26 mahasiswa STKIP Bina Mutiara Sukabumi memang kerap menghadirkan kegiatan kreatif selama menjalani KKM di Desa Wanajaya. Mereka selalu berupaya membawa manfaat nyata, mulai dari bidang pendidikan, budaya, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Dengan semangat kemerdekaan yang berkobar, festival layangan adu tingkat anak-anak di Cisolok ini menjadi bukti bahwa kolaborasi mahasiswa, organisasi masyarakat, dan komunitas lokal mampu menciptakan energi positif bagi warga. Langit Wanajaya hari itu bukan hanya dipenuhi layangan warna-warni, tetapi juga harapan agar tradisi dan semangat gotong royong terus terjaga dari generasi ke generasi.

Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

BANYAK DIBACA

Terbaru