KKP Siapkan Pabrik Es hingga Modernisasi Kapal Nelayan, Ciwaru Sukabumi Jadi Perhatian

Sukabuminow.com || Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Ciwaru di Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mulai menunjukkan potensi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi perikanan pesisir selatan. Namun, penguatan infrastruktur, modernisasi armada, dan akses pemasaran masih menjadi pekerjaan penting agar produktivitas nelayan terus meningkat.

Kawasan yang dibangun Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada 2025 tersebut kini dikelola 416 nelayan dengan dukungan 284 kapal. Produksi perikanannya mencapai 150 ton dengan nilai ekonomi sekitar Rp1,5 miliar.

Bupati Sukabumi, Asep Japar, mengapresiasi dukungan pemerintah pusat melalui pembangunan KNMP Ciwaru. Menurutnya, program tersebut memiliki peluang besar untuk menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir, bukan sekadar menyediakan fasilitas perikanan.

“KNMP bukan hanya pembangunan fasilitas, tetapi juga membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan produktivitas perikanan. Kami berharap dukungan pemerintah pusat terus diperkuat agar potensi kelautan dan perikanan Sukabumi memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Asjap.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian puncak Bulan Bakti KKP 2026 di KNMP Ciwaru, Rabu (4/11/26).

KKP Petakan Kebutuhan Nelayan dan Modernisasi Armada

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan, pengembangan KNMP menjadi bagian dari strategi pemerintah meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui penyediaan infrastruktur dan fasilitas pendukung.

KKP juga merencanakan pengembangan budi daya ikan air tawar di 381 desa dan lima kelurahan di Kabupaten Sukabumi. Setiap wilayah direncanakan memiliki fasilitas budi daya dengan kebutuhan lahan sekitar 1.000 meter persegi.

Selain memperluas sektor budi daya, pemerintah pusat akan mendorong modernisasi kapal nelayan serta memetakan kebutuhan masyarakat pesisir.

Sejumlah kebutuhan strategis yang menjadi perhatian meliputi ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), pabrik es, mesin kapal, akses pasar, hingga pembangunan pemecah ombak di kawasan Ujung Genteng.

“Beberapa hal yang menjadi perhatian di antaranya ketersediaan BBM, pabrik es, mesin kapal, akses pasar, hingga pembangunan pemecah ombak di kawasan Ujung Genteng,” kata Sakti.

Produksi Rp1,5 Miliar Jadi Modal Pengembangan Ekonomi Pesisir

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Pung Nugroho Saksono, menjelaskan KNMP Ciwaru berdiri di atas lahan seluas 2.200 meter persegi. Kawasan tersebut telah beroperasi dan menjadi penopang aktivitas ratusan nelayan.

Dengan produksi mencapai 150 ton dan nilai ekonomi sekitar Rp1,5 miliar, KNMP Ciwaru dinilai memiliki peluang menjadi penggerak ekonomi baru di kawasan pesisir Sukabumi.

Capaian tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya dukungan lanjutan. Ketersediaan fasilitas penyimpanan hasil tangkapan, pasokan BBM, perawatan mesin, dan jaringan pemasaran akan menentukan kemampuan nelayan meningkatkan nilai ekonomi hasil laut.

Bagi Kabupaten Sukabumi, pengembangan KNMP perlu diarahkan pada ekosistem perikanan yang terintegrasi. Mulai dari kegiatan melaut, penanganan hasil tangkapan, pengolahan, hingga distribusi ke pasar.

Dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, potensi perikanan Ciwaru diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat pendapatan nelayan serta membuka kesempatan usaha baru bagi masyarakat pesisir.

Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

POPULER

Terbaru