Bupati Sukabumi Dorong PWRI Jadi Mitra Strategis, Pengalaman Purna Bakti untuk Pembangunan

Sukabuminow.com || Pengalaman puluhan tahun para pensiunan aparatur sipil negara (ASN) dinilai dapat menjadi modal pengetahuan bagi pembangunan Kabupaten Sukabumi. Pemerintah Kabupaten Sukabumi mendorong Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) agar tidak berhenti sebagai organisasi purna bakti, tetapi ikut menjadi mitra strategis pemerintah.

Bupati Sukabumi, Asep Japar, mengatakan PWRI memiliki sumber daya pengalaman, pengetahuan, dan keteladanan yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pembangunan daerah.

Menurutnya, para anggota PWRI memiliki pengalaman panjang dalam pemerintahan dan kehidupan bermasyarakat. Pengetahuan tersebut dapat ditransfer kepada generasi penerus agar pembangunan tidak kehilangan pembelajaran dari masa lalu.

“PWRI bukanlah organisasi biasa. Di dalamnya banyak nilai kehidupan, kebijaksanaan, serta pengalaman panjang yang dapat menjadi bekal berharga bagi generasi penerus,” ujar Asep Japar saat menghadiri HUT ke-64 PWRI tingkat Kabupaten Sukabumi di Gedung Negara Pendopo Sukabumi, Selasa (3/11/26).

Asjap menilai pengalaman dan dedikasi para purna bakti merupakan aset yang dapat dimanfaatkan untuk menjawab berbagai persoalan pembangunan. Peran tersebut tidak harus dilakukan melalui jabatan formal, tetapi dapat diwujudkan melalui berbagi pengetahuan dan pendampingan kepada masyarakat.

Ia mendorong PWRI terlibat dalam kegiatan sosial, pembinaan masyarakat, serta berbagai program yang memberikan manfaat langsung.

“Pengalaman, pengetahuan, dan dedikasi para purna bakti menjadi aset dan sumber inspirasi berharga bagi generasi penerus dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Sukabumi,” katanya.

Dorongan tersebut sekaligus membuka ruang bagi PWRI untuk berkontribusi sesuai kapasitas anggotanya.

“Dengan pengalaman birokrasi yang dimiliki, organisasi tersebut dapat menjadi salah satu sumber masukan bagi pemerintah dalam melihat persoalan masyarakat dari perspektif yang lebih panjang,” terangnya.

Asjap juga meminta PWRI menyelaraskan program organisasinya dengan agenda pembangunan Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Sinergi tersebut dinilai penting agar pengalaman para purna bakti dapat diterjemahkan menjadi kontribusi yang lebih terarah.

“Mari sinergikan program dengan pemerintah. Kami sangat mendukung PWRI. Semoga PWRI semakin maju, solid, serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ungkapnya.

Di tempat sama, Ketua PWRI Jawa Barat Yuyun Muslihat turut mendorong penguatan peran organisasi tersebut di Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, PWRI harus tetap menjadi wadah bagi para purna bakti untuk berkarya dan memberikan masukan kepada pemerintah.

“Di Kabupaten Sukabumi, PWRI pun harus berperan. Padukan program PWRI dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Berikan juga aspirasi atau saran untuk membantu tugas bupati,” tegas Yuyun.

Sementara itu, Ketua PWRI Kabupaten Sukabumi Bambang AA mengatakan berbagai program telah dijalankan sepanjang 2026. Kegiatan tersebut mencakup bidang sosial, pembinaan, serta program internal dan eksternal organisasi.

“Ke depan, penguatan peran PWRI dapat diarahkan pada kontribusi berbasis pengalaman dan pengetahuan. Dengan begitu, masa purna tugas tidak menjadi akhir dari pengabdian, melainkan dapat menjadi fase baru untuk berbagi gagasan dan membantu masyarakat,” tandasnya.

Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

POPULER

Terbaru