Sukabuminow.com || Komoditas kedelai masih memiliki prospektif yang cukup baik sebagai bahan pangan alternatif. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Thendy Hendrayana, dalam Bimbingan Teknis Dan Sosialisasi Tanaman Pangan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementrian Pertanian RI kepada para petani di Pondok Hexa, Kecamatan Ciracap, Rabu (9/3/22).
Thendy mengatakan, pertumbuhan permintaan kedelai selama 15 tahun terakhir cukup tinggi. Namun tidak mampu diimbangi oleh produksi dalam negeri sehingga prospek pengembangan kedelai dalam negeri untuk menekan impor cukup baik. Mengingat ketersediaan sumber daya lahan yang cukup luas, iklim yang cocok, teknologi yang telah dihasilkan, serta sumber daya manusia yang cukup terampil dalam usaha tani.
“Pasar komoditas kedelai masih terbuka lebar. Ini menjadi kesempatan dan peluang bagi kita untuk terus berupaya meningkatkan produksi seiring dengan semakin meningkatnya permintaan,” tuturnya.
Dalam kegiatan yang dihadiri Anggota Komisi IV DPR RI, drh Slamet itu, Thendy menjelaskan, saat ini, ketersediaan lahan untuk kedelai masih terbuka lebar, yakni sekitar 56.783 hektare lahan sawah dan 109.744 hektare tegalan atau ladang yang masih bisa dioptimalkan.
“Potensi hasil relatif tinggi, dapat mencapai 2 hingga 2,5 ton per hektare. Pangsa pasar dan segmen pasar juga masih terbuka lebar. Kemudian secara manfaat gizi dan kesehatan, kedelai mengandung 40 persen protein, 22 persen lemak, 25 persen karbohidrat, dan 8 persen mineral. Serta kaya dengan asam amino esensial, sehingga bermanfaat bagi kesehatan untuk menurunkan kolesterol, pencegah penyakit jantung dan kanker,” beber Thendy.
Ia menegaskan, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi berkomitmen membantu petani dalam memaksimalkan peluang tersebut. Pihaknya akan melakukan percepatan peningkatan produksi sebagai upaya pencapaian swasembada kedelai melalui berbagai strategi. Seperti penyediaan benih kedelai, peningkatan produktivitas, pengembangan pola tanam, penambahan areal tanam, dan peningkatan manajemen poktan/gapoktan.
“Tahun 2021, realisasi tanam kedelai di Kabupaten Sukabumi hanya 4.109 hektare dari sasaran tanam 7.831 hektare, dengan realisasi luas panen sebesar 3.686 hektare serta menghasilkan produksi sebesar 4.588 ton. Data itu menunjukan terjadi penyusutan luas tanam ke luas panen sebesar 423 hektare. Produktivitas yang dihasilkan juga baru sekitar 1,24 ton per hektare. Ini masih bisa ditingkatkan, mengingat potensi hasil kedelai dapat mencapai 2 hingga 2,5 ton per hektare,” ujarnya.
Ia berharap, tahun 2022 pengembangannya ebih baik dari sebelumnya, baik dari segi realisasi tanam, luas panen, produksi, maupun dan produktivitas.
“Saat ini, 1.200 hektare pengembangan kawasan kedelai di Kabupaten Sukabumi bersumber dari APBN Pusat. Target realisasi tanam sebesar 1.200 hektare, dan target realisasi panen bersih sebesar 1.200 hektare. Target produksinya sebesar 2.400 ton dan target produktivitasnya sebesar 2 ton per hektare,” ungkap Thendy.
Ia menegaskan, pihaknya telah menyiapkan strategi dalam upaya mendukung capaian tersebut. Di antaranya memastikan penyediaan benih kedelai merupakan benih kedelai yang bersertifikat, memastikan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) penerima bantuan benih kedelai merupakan poktan/gapoktan yang serius ingin mengembangkan kedelai sebagai usaha taninya disertai dengan legalitas kelompok yang jelas.
“Kami juga siap melakukan pendampingan, pengawalan, dan pengawasan, mulai dari pendistribusian benih, penanaman, pemeliharaan, hingga panen. Kemudian melakukan bimbingan teknis budidaya kedelai yang baik, seperti yang kita lakukan saat ini, dan memberikan apresiasi kepada poktan/gapoktan yang berhasil mencapai target tanam, luas panen, dan target produksi,” pungkasnya. (Ade Firmansyah)
Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com
