Kabupaten SukabumiPemerintahanSosok

Jabat Kepala Dinas Koperasi Dan UKM, Ini Misi Yulipri

Sukabuminow.com || Dinas Perdagangan, Koperasi, Dan UKM Kabupaten Sukabumi mengalami perubahan nomenklatur. Sehingga berubah nama menjadi Dinas Koperasi Dan UKM.

Sempat kosong beberapa waktu setelah ditinggalkan Ardiana Trisnawiana yang menjadi Asisten Sekda (Asda), kursi pimpinan Dinas Koperasi Dan UKM kini diisi oleh mantan Kepala Bagian Perekonomian Setda, Yulipri.

Yulipri terpilih menjadi Kepala Dinas Koperasi Dan UKM melalui proses lelang jabatan yang baru pertama kali diikutinya.

“Open bidding kemarin pertama kali saya ikuti. Alasan saya ikut lelang jabatan, karena ada tiga kursi kosong yang inline dengan basic kerja saya,” ujar Yulipri, Minggu (9/1/22).

Sebelum menjabat Kepala Dinas Koperasi Dan UKM, Yulipri pernah bertugas di Bappeda sebagai Kepala Bidang Data dan Kepala Bidang Ekonomi.

“In Syaa Allah saya mengusung beberapa program kerja sesuai yang diangkat dalam tema open bidding kemarin. Di antaranya mendorong UKM di Kabupaten Sukabumi agar bisa maik kelas dan menumbuhkan koperasi di kalangan milenial,” ungkapnya.

Untuk UKM, Yulripri akan memperluas pangsa pasar UKM yang selama ini hanya di lokal, agar bisa ekspansi ke pasar regional, nasional, hingga pasar global.

“Untuk menuju itu kita harus memenuhi persyaratannya. Tentu saja dengan menaikkan kualitas, kuantitas, sertifikasi, kemasan, dan lain sebagainya,” jelasnya.

Untuk itu, lanjutnya, langkah awalnya dengan melakukan pendataan kebutuhan UKM dengan membedakan kategorinya. Ia mencontohkan ada yang sudah berjalan tapi kurang modal maka akan didorong bermediasi dengan pihak perbankan. Atau UKM yang tata kelola administrasinya masih kurang baik, maka disediakan pelatihan untuk SDM-nya.

“Jadi dalam penanganan UKM ini kita tidak generalisir, tapi kita pilah-pilah. Karena antara UKM A dan UKM B pasti beda-beda permasalahan dan kebutuhannya. Hingga saat ini ada sekitar 30 ribu UKM yang mempunyai NIB dan terdaftar di Dinas Koperasi dan UKM,” ungkapnya.

Masih kata Yulipri, mengenai Bidang Koperasi, langkah awal yang akan dilakukannya adalah mengembangkan koperasi, khusunya di kalangan milenial.
Menurutnya, koperasi adalah sistem ekonomi gotong royong yang di gagas oleh Moh. Hatta. Suatu sistem ekonomi yang mendahulukan kebersamaan.

“Sayangnya saat ini gaung koperasi hampir tidak terdengar oleh kaum milenial. Persepsinya hanya buat orang tua saja. Maka itu kita akan intens sosialisasikan, khususnya kepada kaum milenial,” imbuh Yulipri. (Ceppy ST)

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Berita Terkait

Back to top button