Hamzah Gurnita Soroti Insiden Jetski Maut di Palabuhanratu, Pengawasan Diminta Diperketat

Sukabuminow.com || Insiden jetski yang merenggut nyawa seorang wisatawan asing di Pantai Buffalo, Palabuhanratu, Senin (5/1/26) lalu, menjadi peringatan serius bagi tata kelola pariwisata air di Kabupaten Sukabumi. Tragedi ini tidak hanya mengguncang kawasan wisata unggulan, tetapi juga memantik desakan kuat agar pengawasan dan penegakan aturan dilakukan secara tegas dan menyeluruh.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi, Hamzah Gurnita, menegaskan bahwa keselamatan pengunjung harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas wisata air. Menurutnya, tidak boleh ada kompromi bagi pengelola wahana jetski maupun water sport lainnya yang beroperasi tanpa izin resmi atau mengabaikan standar keselamatan.

“Insiden jetski ini membuktikan bahwa kelalaian sekecil apa pun dapat berujung pada hilangnya nyawa. Keselamatan wisatawan adalah syarat mutlak, bukan sekadar formalitas administratif. Pengelola yang tidak berizin dan tidak memenuhi standar keselamatan harus ditutup,” tegas Hamzah, Sabtu (10/1/26).

Hamzah Gurnita mendorong pemerintah daerah segera melakukan penyisiran dan audit lapangan terhadap seluruh operator jetski di kawasan Palabuhanratu. Ia menekankan, langkah konkret jauh lebih penting daripada sekadar imbauan tertulis.

“Jangan berhenti pada peringatan. Jika ditemukan pelanggaran, operasionalnya harus dihentikan. Penindakan tegas justru menjadi upaya perlindungan bagi wisatawan dan citra pariwisata Sukabumi,” ujarnya.

DPRD Kabupaten Sukabumi juga menyoroti pentingnya penertiban yang dilakukan secara terbuka dan terkoordinasi lintas instansi, mulai dari Dinas Pariwisata, DPMPTSP, hingga aparat penegak hukum. Penanganan yang setengah hati, menurut Hamzah, justru berpotensi memperbesar risiko terulangnya insiden serupa di masa mendatang.

Selain penutupan usaha bermasalah, Hamzah Gurnita menekankan perlunya peningkatan standar keselamatan wisata air secara menyeluruh. Mulai dari kewajiban sertifikasi operator, kesiapan tim penyelamat, hingga ketersediaan alat keselamatan sesuai ketentuan teknis yang berlaku.

“Jika ingin berusaha di sektor wisata air, semua aturan harus dipenuhi. Keselamatan tidak bisa ditawar dan tidak boleh dinegosiasikan,” katanya.

Ia berharap insiden jetski di Pantai Buffalo menjadi momentum pembenahan total pengelolaan wisata air di Kabupaten Sukabumi, terlebih daerah ini telah menyandang status Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp). Dengan tata kelola yang lebih disiplin dan bertanggung jawab, pengembangan pariwisata diharapkan berjalan aman, tertib, dan berkelanjutan.

Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

BANYAK DIBACA

Terbaru