Suami Telah Tiada, Ibu Nanih di Sukabumi Masih Menopang Anak dan Cucu, Bantuan Pangan Jadi Penguat

Sukabuminow.com || Senyum lega terpancar dari wajah Nanih (68 th) saat kembali menerima bantuan pangan pada penyaluran gelombang kedua di Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Bagi Nanih, bantuan pangan gelombang kedua untuk bulan Juli, Agustus, dan September tersebut bukan sekadar beras yang dibawa pulang. Di tengah kehidupannya sebagai seorang ibu yang telah kehilangan suami, bantuan pangan menjadi salah satu penopang untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Alhamdulillah, ya Allah,” ucap Nanih dengan penuh rasa syukur ketika mengambil bantuan pangan berupa beras 30 kilogram di Kantor Desa Citepus, Sabtu (29/8/26).

Nanih tinggal di RT 03/RW 03, Desa Citepus. Suaminya telah meninggal dunia sekitar lima tahun lalu. Sejak saat itu, ia menjalani kehidupan bersama anak-anak dan cucunya.

Dari tujuh anak yang dimilikinya, tiga sudah menikah dan berkeluarga. Sementara itu, Nanih kini masih tinggal bersama tiga anak serta dua cucunya.

Dua cucunya juga memiliki kisah yang tidak mudah. Keduanya tinggal bersama Nanih setelah ibu mereka meninggal dunia sekitar 10 tahun lalu.

Kondisi tersebut membuat bantuan pangan memiliki arti tersendiri bagi Nanih. Ia mengaku tidak memiliki banyak pilihan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sehingga bantuan yang diterimanya benar-benar dirasakan manfaatnya.

“Saya tidak ada yang mengusahakan. Jadi, bantuan ini sangat berarti. Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih,” tutur Nanih.

Nanih mengatakan bantuan pangan kembali diterimanya pada gelombang kedua setelah sebelumnya juga mendapatkan bantuan pada gelombang pertama.

Ia tidak mempermasalahkan jika jenis komoditas yang diterima kali ini hanya beras tanpa minyak goreng. Baginya, beras yang diberikan sudah sangat membantu kebutuhan rumah tangga.

“Tidak apa-apa. Saya sangat berterima kasih. Segini saja sudah alhamdulillah,” katanya.

Dalam sehari, kebutuhan beras keluarganya bisa mencapai sekitar dua liter. Dengan kondisi tersebut, bantuan pangan menjadi tambahan yang berarti untuk mengurangi beban pengeluaran sehari-hari.

Nanih pun menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses penyaluran, termasuk Pemerintah Desa Citepus.

“Terima kasih kepada semuanya atas bantuan ini, termasuk Pak Kades. Alhamdulillah, bantuan ini sangat saya rasakan. Pelayanannya juga baik,” ujarnya.

2.471 KPM Terima Bantuan Pangan di Citepus

Kepala Desa Citepus, Koswara, mengatakan penyaluran bantuan pangan gelombang kedua menyasar 2.471 keluarga penerima manfaat (KPM).

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan gelombang pertama yang mencapai 2.453 KPM. Artinya, terdapat penambahan sebanyak 18 KPM.

Data penerima bantuan diterima pemerintah desa dari pemerintah pusat. Desa tidak memiliki kewenangan untuk menentukan penerima bantuan tersebut.

“Data yang kami gunakan langsung dari Bappenas. Kami menerima data penerima sekaligus komoditas yang harus disalurkan. Untuk penentuan datanya, desa tidak berwenang,” kata Koswara.

Penyaluran dilakukan secara bertahap selama tiga hari di tiga kedusunan. Cara tersebut diterapkan agar proses pembagian berlangsung tertib dan warga tidak berdesak-desakan.

Bagi Nanih, bantuan yang diterimanya mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi seorang ibu berusia 68 tahun yang masih menopang kebutuhan keluarga dan cucu, beras tersebut memiliki arti yang jauh lebih besar.

“Alhamdulillah,” kata Nanih lagi, sambil mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang kembali diterima.

Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

POPULER

Terbaru