Sukabuminow.com || Penyaluran bantuan pangan (Banpangan) di Pasirsuren, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Jumat (28/8/26), berlangsung kondusif berkat sinergi Pemerintah Desa Pasirsuren dengan pendamping program dan berbagai unsur kelembagaan desa.
Sebanyak 1.803 keluarga penerima manfaat (KPM) tercatat menerima bantuan pangan yang bersumber dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) itu untuk periode Juli, Agustus, dan September.
Kepala Desa Pasirsuren, Iyan Sunandi, mengatakan jumlah penerima kali ini meningkat dibandingkan periode sebelumnya yang berada di kisaran 1.700 KPM.
“Untuk sekarang ada 1.803 KPM. Jumlahnya meningkat dari sebelumnya yang sekitar 1.700 sekian,” ujar Iyan saat ditemui di ruang kerjanya.
“Setiap KPM mendapatkan bantuan berupa 30 kilogram beras atau tiga karung beras. Bantuan tersebut disalurkan tanpa tambahan minyak,” imbuh Apay -sapaan karib Iyan-.
Ia mengatakan, penyaluran bantuan dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur agar pelayanan kepada masyarakat berjalan tertib. Pemerintah desa menjadi unsur utama dalam pelaksanaan dengan melibatkan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), lembaga-lembaga desa, termasuk unsur Forkopimcam Palabuhanratu.
“Alhamdulillah, penyalurannya kondusif. Pendamping juga selalu transparan kepada masyarakat terkait berbagai permasalahan,” katanya.
Menurut Iyan, keterbukaan informasi menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Masalahnya adalah penerima bantuan tidak selalu berada dalam kewenangan pemerintah desa. Data penerima dapat berubah sesuai dengan mekanisme dan kriteria program yang berlaku. Karena itu, masyarakat diarahkan untuk memperoleh informasi dari sumber yang tepat,” katanya.
Iyan menjelaskan, kondisi saat ini berbeda dibandingkan sebelumnya ketika persoalan bantuan sosial kerap langsung dikaitkan dengan pemerintah desa.
Kini, masyarakat memiliki lebih banyak sumber informasi, termasuk melalui pendamping program dan media sosial.
“Kalau dulu itu selalu bola panasnya ada di desa. Sekarang alhamdulillah tidak seperti itu karena banyak sumber informasi. Warga juga sudah banyak yang bisa menggunakan media sosial,” jelasnya.
Penyaluran bantuan pangan di Desa Pasirsuren dilakukan untuk warga di empat kedusunan, serta dijadwalkan berlangsung selama dua hingga tiga hari.
Pengaturan waktu tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan jumlah penerima dan kondisi di lapangan.
“Karena jumlah penerimanya cukup banyak, tentu membutuhkan tenaga dan sumber daya yang banyak. Kami juga tetap berupaya melayani masyarakat meskipun besok (Sabtu) hari libur,” pungkasnya.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana
