Sukabuminow.com || Masyarakat Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan pejabat pemerintah daerah.
Salah satu modus yang perlu diwaspadai adalah penggunaan nama dan jabatan Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, untuk menghubungi masyarakat melalui telepon atau aplikasi pesan instan WhatsApp.
Informasi mengenai modus tersebut disampaikan melalui materi imbauan kepada masyarakat. Dalam pesan itu, warga diingatkan agar tidak mudah percaya terhadap nomor telepon atau akun yang mengaku sebagai pejabat dan meminta bantuan, uang, maupun informasi tertentu.
Modus penipuan semacam ini biasanya dilakukan dengan memanfaatkan identitas pejabat atau tokoh publik. Pelaku berupaya membangun kepercayaan korban sebelum menyampaikan permintaan tertentu.
Dalam materi imbauan yang beredar, terdapat nomor WhatsApp +62 813-2578-931 yang disebut digunakan untuk menghubungi masyarakat dengan mengatasnamakan H. Andreas, S.E., Wakil Bupati Sukabumi.
Masyarakat diimbau untuk tidak langsung mempercayai identitas seseorang hanya berdasarkan foto profil, nama akun, atau pengakuan dalam percakapan digital.
Setiap pesan yang mengatasnamakan pejabat atau instansi pemerintah perlu dikonfirmasi terlebih dahulu melalui saluran komunikasi resmi.
Warga juga diminta tidak memberikan uang, data pribadi, kode OTP, informasi rekening, maupun data penting lainnya kepada pihak yang belum dapat dipastikan identitasnya.
Apabila menerima pesan atau telepon mencurigakan, masyarakat dapat melakukan beberapa langkah berikut:
– Jangan langsung membalas atau mengikuti permintaan pengirim.
– Jangan mengirimkan uang atau data pribadi.
– Lakukan verifikasi melalui kanal resmi pemerintah atau pihak terkait.
– Simpan bukti percakapan dan nomor pengirim.
– Blokir dan laporkan nomor yang terindikasi melakukan penipuan.
– Jangan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Masyarakat Kabupaten Sukabumi juga diimbau untuk tidak panik. Setiap informasi yang diterima melalui media sosial dan aplikasi pesan instan harus diperiksa kebenarannya sebelum dipercaya atau disebarluaskan.
Kewaspadaan menjadi penting karena modus penipuan digital terus berkembang. Nama pejabat, lembaga pemerintah, organisasi, hingga tokoh masyarakat dapat dicatut untuk meyakinkan calon korban.
Karena itu, konfirmasi menjadi langkah utama sebelum mengambil tindakan.
Warga yang menerima pesan mencurigakan dengan mengatasnamakan Wakil Bupati Sukabumi atau pejabat lainnya diharapkan segera melakukan pengecekan melalui sumber resmi. Pesan yang terbukti mencurigakan juga sebaiknya dilaporkan kepada pihak berwenang.
Jangan mudah percaya. Jangan langsung transfer. Pastikan informasi sebelum bertindak.
Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana
