Sukabuminow.com || Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-29 Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) kembali diselenggarakan setelah dua tahun vakum akibat terganggu pandemi Covid-19. Dalam peringatan Harganas kali ini, BKKBN menyediakan pelayanan KB untuk sejuta akseptor secara serentak di seluruh Indonesia pada Rabu, 15 Juni 2022 lalu.
Di Kabupaten Sukabumi sendiri, program tersebut dilaksanakan melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi yang memberikan pelayanan KB di seluruh fasilitas kesehatan di 47 Kecamatan se-Kabupaten Sukabumi. Adapun jenis pelayanan yang diberikan antara lain pemasangan baru maupun ganti, meliputi pelayanan KB metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP), IUD, Implant, MOW dan MOP, hingga pelayanan KB non MKJP seperti pil, suntik, dan kondom.
“Menjelang hari peringatan Harganas tahun ini, kami memberikan pelayanan sejuta akseptor di setiap fasilitas kesehatan tingkat kecamatan. Kegiatan ini kami monitoring, dan dilaporkan langsung ke pusat,” ungkap Kepala Bidang Keluarga Sejahtera DPPKB Kabupaten Sukabumi, Unang Suhendi, Rabu (15/6/22).
Selain pelayanan sejuta akseptor KB, sejumlah kegiatan lain juga digelar untuk menyambut Harganas 2022. Nantinya, berbagai kegiatan juga akan dilaksanakan oleh instansi-instansi terkait di lingkup Pemerintah Kabupaten Sukabumi.
“Kemarin kita melaksanakan orientasi tim pendamping keluarga dalam rangka percepatan penurunan stunting dan banyak program lainnya. Ini semua dalam rangka hari keluarga nasional, selain rutinitas pelayanan keseharian tugas dalam program Bangga Kencana,” beber Unang.
Unang menambahkan, Harganas 2022 menjadi momentum dalam rangka menekan Total Fertility Rate (TFR) atau angka kelahiran total. TFR sebagai bentuk pencegahan Baby Boom, dinilai sangat penting dalam menyongsong pencanangan Indonesia Emas di tahun 2045.
“Target TFR kita di tahun 2045 sesuai dengan grand desain kependudukan harus ada di 2,1. Sementara sekarang kita masih berada di 2,24. Walaupun hanya nol koma, tapi secara nilai hitungan berarti berapa ribu lagi akseptor yang harus dilayani. Sehingga nanti tingkat kelahiran bisa ditekan rendah,” jelas Unang.
Masih kata Unang, salah satu sasaran target DPPKB Kabupaten Sukabumi adalah kalangan remaja. Mengingat kalangan ini merupakan kelompok usia rentan terhadap resiko Triad-KRR (tiga masalah pokok kesehatan reproduksi remaja).
“Dengan momentum hari keluarga nasional, kita memiliki semboyan dan motto bahwa semua berawal dari keluarga. Apapun yang terjadi itu berawal dari keluarga. Karena itu mari kita kembali kepada fitroh keluarga itu sendiri yang memiliki delapan fungsi. Antara lain fungsi Agama, pendidikan, budaya, sosial, ekonomi, lingkungan, dan fungsi perlindungan yang harus dijalankan,” bebernya.
Diharapkan semua program berjalam lancar sehingga di tahun 2045, dimana Indonesia menuju Indonesia emas.
“Masih banyak PR yang perlu di selesaikan, di antaranya bebas stunting, Triad KRR seperti pernikahan dini, hubungan badan sebelum nikah, dan juga narkotika,” pungkasnya. (Ceppy ST)
Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com
