Reporter : Edo
Sukabuminow.com || Gelombang tinggi kembali terjadi di perairan Kabupaten Sukabumi, Minggu (30/5/21). Potensi ketinggian yang terjadi mencapai 4 hingga 6 meter. Hal itu diungkapkan Pengamat Meteorologi Geofisika BMKG Bandung, Andy Rachmadan.
“Jadi sangat tinggi untuk hari ini, Saran untuk keselamatan, harap diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran,” terang Andi melalui pesan WhatsApp.
Ia mengatakan, risiko tersebut mencakup perahu nelayan yang masih mentoleransi kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 meter, kapal tongkang yang masih ramah terhadap kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m meter, kapal ferry yang masih aman di kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 meter, dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar yang aman berlayar di kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 meter.
“Kami juga mengimbau masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir, agar tetap selalu waspada,” ucapnya.
Gelombang tinggi yang terjadi hari ini, telah menyebabkan sebuah perahu fiber bernama Semar Mesem 212 milik nelayan Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, rusak pada minggu pagi.
“Perahu nelayan itu terseret dari tengah saat mencari ikan. Gelombang tinggi di Ujung Genteng nyampe 4 meter, tadi juga ada perahu nelayan yang rusak. Tidak ada korban Alhamdulillah,” ujar Ketua Rukun Nelayan Ujunggenteng, Asep JK, melalui pesan WhatsApp.
Selain merusak perahu nelayan di Ujunggenteng, gelombang tinggi juga sampai hingga ke warung dan perkampungan warga di Pantai Citepus, Palabuhanratu.
“Gelombang tinggi di Pantai Citepus terjadi sejak pukul 7 pagi. Tidak ada kerusakan akibat kejadian tersebut. Sampai saat ini gelombang tinggi masih terjadi,” timpal Asep Edom, warga sekitar.
Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com
