e-RDKK 2027 Dibuka, Distan Sukabumi Minta Petani Pastikan Data Lahan Akurat

Sukabuminow.com || Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengimbau seluruh petani segera mengikuti proses input e-RDKK 2027. Pendataan ini menjadi langkah penting untuk memastikan kebutuhan pupuk bersubsidi tercatat sesuai kondisi lahan dan komoditas yang dibudidayakan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, mengajak petani tidak menunda proses pendataan. Input e-RDKK 2027 dibuka mulai 22 September hingga 25 Oktober 2026.

“Kami mengimbau petani segera mengikuti pendataan e-RDKK dan memastikan seluruh data yang disampaikan benar. Data yang tepat akan membantu pupuk bersubsidi disalurkan sesuai kebutuhan dan sasaran,” ujar Aep, Selasa (6/10/26).

Menurut Aep, ketepatan data menjadi isu penting dalam pengelolaan pupuk bersubsidi. Petani perlu memastikan identitas, luas lahan, serta komoditas yang diusahakan tercatat dengan benar.

Proses penyusunan e-RDKK dilakukan melalui kelompok tani. Petani harus tergabung dalam kelompok tani dan hadir dalam pertemuan kelompok untuk menyusun Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) secara bersama-sama.

Petani juga perlu menyiapkan fotokopi KTP, kartu keluarga (KK), serta SPPT atau bukti garap. Luas kepemilikan atau penggarapan yang dapat dicatat maksimal 2 hektare.

“Jangan sampai ada data yang tidak sesuai. Petani perlu aktif saat pertemuan kelompok dan melengkapi persyaratan agar proses pendataan berjalan lancar,” kata Aep.

Komoditas Penerima Pupuk Bersubsidi

Pupuk bersubsidi diperuntukkan bagi sejumlah komoditas yang telah ditetapkan. Pada sektor tanaman pangan, komoditasnya meliputi padi, jagung hibrida, kedelai, dan ubi kayu.

Untuk tanaman hortikultura, pupuk bersubsidi mencakup cabai, bawang merah, dan bawang putih. Sementara pada sektor perkebunan terdapat kopi, kakao, dan tebu.

Aep menegaskan, petani perlu memanfaatkan periode pendataan tersebut dengan memastikan data telah disampaikan melalui mekanisme yang ditetapkan.

“Kami ingin data petani lengkap, akurat, dan sesuai kondisi di lapangan. Dengan begitu, penyaluran pupuk dapat lebih tepat sasaran dan manfaatnya benar-benar dirasakan petani,” tandasnya.

Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi berharap keterlibatan aktif petani dalam e-RDKK dapat memperkuat tata kelola pupuk bersubsidi sekaligus mendukung produktivitas pertanian daerah.

Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

POPULER

Terbaru