DLH Sukabumi Ajak Perusahaan Terlibat Tangani Sampah

Sukabuminow.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus memperkuat kemitraan lingkungan Sukabumi dengan perusahaan untuk membantu mengatasi persoalan sampah.

Kolaborasi tersebut dinilai penting karena kebutuhan sarana dan prasarana persampahan cukup besar, sementara kemampuan pemerintah daerah memiliki keterbatasan.

Kepala Bidang Kemitraan dan Penataan Hukum Lingkungan DLH Kabupaten Sukabumi, Arli Harliana, mengatakan pihaknya mendorong perusahaan ikut berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) atau CSR.

“Kalau mengandalkan semuanya dari dinas, dengan kondisi efisiensi saat ini belum tentu bisa mengakomodasi seluruh kebutuhan. Karena itu, kolaborasi dengan perusahaan sangat penting,” ujar Arli, Senin (7/9/26).

CSR Tidak Hanya untuk Infrastruktur

Menurut Arli, kontribusi perusahaan terhadap lingkungan tidak harus selalu diarahkan pada pembangunan fisik.

Program CSR dapat didorong untuk membantu penyediaan sarana persampahan, termasuk tempat sampah terpilah dan fasilitas bank sampah di lingkungan masyarakat sekitar perusahaan.

DLH akan memfasilitasi agar program tersebut sesuai dengan kebutuhan dan memiliki dampak yang berkelanjutan.

“Biasanya CSR diarahkan ke infrastruktur. Kami bisa mendorong agar sebagian program juga digunakan untuk persampahan, misalnya membangun bank sampah di wilayah yang memang belum memilikinya,” katanya.

Sejumlah bantuan berupa tempat sampah terpilah sebelumnya telah diberikan oleh perusahaan dan kemudian didistribusikan kepada sekolah, tempat sosial, serta masjid.

Potensi Kolaborasi Masih Besar

Arli menyebut jumlah perusahaan di Kabupaten Sukabumi mencapai lebih dari 1.000. Kondisi tersebut membuka ruang kolaborasi yang luas untuk memperkuat pengelolaan lingkungan.

Tidak semua perusahaan, menurutnya, telah terlibat dalam program persampahan. Karena itu, pendekatan kemitraan akan terus diperluas.

Selain penyediaan sarana, perusahaan juga dapat didorong membantu kebutuhan pengangkutan sampah apabila memungkinkan.

Langkah ini penting terutama bagi wilayah yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas pelayanan persampahan.

Kinerja Lingkungan Perusahaan Jadi Perhatian

Kolaborasi tersebut juga berkaitan dengan kewajiban perusahaan dalam mengelola dampak lingkungan dari kegiatan usahanya.

Arli menjelaskan, pengelolaan lingkungan menjadi bagian dari penilaian kinerja perusahaan melalui mekanisme yang berlaku di tingkat nasional.

Bantuan kepada masyarakat dalam bidang lingkungan dapat menjadi bagian dari kontribusi perusahaan terhadap pengelolaan dampak dan peningkatan kinerja lingkungannya.

“Perusahaan memiliki kewajiban mengelola dampak lingkungan dari kegiatan usahanya. Ketika ada program lingkungan yang diberikan kepada masyarakat, itu menjadi bagian dari upaya pengelolaan lingkungan,” jelas Arli.

Bank Sampah Didorong Jadi Solusi

DLH Kabupaten Sukabumi juga mendorong perusahaan agar melihat kebutuhan lingkungan secara lebih spesifik.

Di wilayah yang belum memiliki bank sampah, misalnya, program CSR dapat diarahkan untuk membangun fasilitas tersebut.

Setelah dibangun, pengelolaannya dapat dilakukan bersama masyarakat dengan pendampingan pemerintah dan perusahaan.

Pola seperti ini bahkan dapat berkembang menjadi program lingkungan yang lebih luas, termasuk mendukung pembentukan Kampung Iklim (ProKlim).

“Kalau ada program yang jelas dan sesuai aturan, kami siap memfasilitasi. Prinsipnya, perusahaan dan masyarakat kita dorong bersama-sama untuk mengelola lingkungan,” ujar Arli.

Menurutnya, kemitraan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemberian bantuan.

Program akan diarahkan agar masyarakat memiliki kemampuan mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan.

Dengan mempertemukan sumber daya perusahaan, pendampingan pemerintah, dan partisipasi masyarakat, DLH berharap persoalan sampah di Kabupaten Sukabumi dapat ditangani secara lebih kolaboratif.

Arli menegaskan DLH siap menjadi penghubung dan fasilitator bagi perusahaan yang ingin memperkuat program lingkungan.

“Intinya kami siap memfasilitasi kolaborasi dengan para mitra. Kalau programnya jelas, sesuai aturan, dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat, tentu akan kami dorong,” pungkasnya.

Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

POPULER

Terbaru