Kabupaten Sukabumi

Dinilai Tak Becus Kerja, Mahasiswa Geruduk DLH Kabupaten Sukabumi

Reporter : Edo

Sukabuminow.com || Puluhan mahasiswa menggeruduk kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Jumat (24/9/21).

Mahasiswa dari Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Asal Sukabumi (PB Himasi) itu mempertanyakan peran DLH dalam hal mencegah limbah serta pencemaran lingkungan yang terjadi di wilayah Jampangtengah dan Nyalindung.

Sekretaris Jenderal PB Himasi, Yudi Nurul Anwar mengatakan, masyarakat di 2 wilayah tersebut mengalami dampak pembangunan pabrik. Salah duanya polusi udara di Desa Padabeunghar yang diakibatkan oleh pabrik kapur yang masih menggunakan bahan bakar ban sebagai alat utama dari pembakaran, serta limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang digunakan oleh beberapa pabrik.

“Tidak adan jaminan kesehatan bagi masyarakat yang terkena dampak kegiatan pabrik, limbah hasil dari kapur dan batubara yang disimpan dan diendapkan di wilayah pabrik khususnya pabrik Wancinda, bisa menyebabkan rusaknya kualitas air dan tanah bagi masyarakat yang berada di wilayah bawah pabrik,” terangnya.

Tak hanya itu, kata Yudi, polusi udara akibat dari penambangan mineral pasir di daerah Cijurey, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, mengakibatkan warga gatal-gatal dan dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Suara ledakan di area pertambangan juga menyebabkan getaran terhadap warga sekitar sehingga dinding rumah masyarakat retak. Serta ketiadaan saluran pembuangan air menyebabkan sebagian rumah warga terendam banjir saat hujan deras.

“Kami meminta pemberhentian sumber pembersihan unsur pencemaran, remidiasi, atau upaya pemulihan lingkungan hidup untuk memperbaiki mutu lingkungan hidup. Rehabilitasi sangat dibutuhkan sebagai upaya pemulihan untuk mengembalikan nilai fungsi dan manfaat lingkungan hidup termasuk pencegahan kerusakan lahan, memberikan perlindungan, dan memperbaiki ekosistem,” jelasnya.

“Kemudian kami harap Bupati mengevaluasi Kepala DLH Kabupaten Sukabumi karena tidak bagus bekerja,” tandasnya.

Sementara itu menanggapi aksi damai PB Himasi, Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kabupaten Sukabumi membantah tuduhan mahasiswa yang menyebut DLH tak bisa bekerja.

“Kalau disebutkan kita tidak becus bekerja, ya kita kan sudah ada arahan, kerja kita jelas semua. Dalam rangka mendukung visi dan misi Bupati Sukabumi dalam hal ini pembangunan yang berkelanjutan, dari kita kaitan dengan lingkungan sesuai dengan Undang-undang Lingkungan dan Undang-undang yang terbaru cipta kerja,” ungkapnya.

“Ini kelanjutan dari audensi yang telah dilaksanakan mereka dengan kami. Mereka menyampaikan pencemaran di wilayah Jampangtengah, Nyalindung, dan sekitarnya. Itu sudah kami jawab sebenarnya. Mungkin ada hal-hal yang mereka tanda kutip mengganjal, sehingga mereka melakukan aksi langsung curhat di kantor DLH,” tandasnya.

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Tags

Related Articles

Close
Close