Apa Itu Green Card UNESCO yang dipertahankan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu?

Sukabuminow.com || Kabupaten Sukabumi kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat internasional. Ciletuh–Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp) resmi meraih green card dari UNESCO setelah melewati proses revalidasi pada 30 Juni–4 Juli 2025. Status ini memperpanjang pengakuan dunia terhadap geopark kebanggaan Sukabumi hingga empat tahun ke depan.

Namun, apa sebenarnya arti dari green card tersebut? Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi sekaligus Sekretaris II Badan Pengelola CPUGGp, Sendi Apriadi, green card bukan hanya sekadar “tanda lolos penilaian,” melainkan simbol keberhasilan dalam mengelola geopark secara berkelanjutan.

“Green card adalah status terbaik yang diberikan UNESCO bagi geopark yang dinilai berhasil menjaga standar tata kelola, konservasi, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan status ini, CPUGGp diakui sebagai destinasi wisata kelas dunia yang memiliki nilai lebih, tidak hanya keindahan alam, tetapi juga keberlanjutan,” ujar Sendi, Sabtu (13/9/25).

Keuntungan Status Green Card

Sendi menjelaskan bahwa status green card memberikan berbagai keuntungan bagi CPUGGp dan Kabupaten Sukabumi. Pertama, posisi Sukabumi semakin kuat di panggung pariwisata dunia karena nama CPUGGp tercatat sejajar dengan geopark terbaik lain di berbagai negara. Kedua, daya tarik wisata meningkat karena wisatawan mancanegara semakin percaya bahwa CPUGGp dikelola dengan standar internasional. Ketiga, status ini juga membuka peluang lebih luas dalam kerja sama global, penelitian, hingga investasi pariwisata berkelanjutan.

“Ini bukan hanya prestasi, tetapi juga modal besar bagi pengembangan pariwisata kita. Wisatawan yang datang bukan sekadar berlibur, tetapi juga belajar, meneliti, bahkan berkontribusi dalam pembangunan masyarakat lokal,” tegasnya.

Menjaga Green Card agar Tidak Terlepas

Sendi menekankan bahwa mempertahankan green card bukan perkara mudah. Dibutuhkan konsistensi, inovasi, serta keterlibatan aktif masyarakat. UNESCO akan kembali menilai setelah empat tahun, dan jika standar tidak terpenuhi, status ini bisa dicabut.

“Menjaga green card berarti menjaga alam, budaya, dan masyarakatnya. Setiap masyarakat bisa berperan, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, mendukung produk lokal, hingga menjadi tuan rumah yang ramah bagi wisatawan. Semua langkah kecil akan memberi dampak besar,” jelas Sendi penuh semangat.

Ajakan untuk Bersama Menjaga

Sendi pun mengajak seluruh masyarakat Sukabumi untuk merasa bangga sekaligus bertanggung jawab atas capaian ini.

“Green card adalah kemenangan bersama. Mari kita jaga sebaik-baiknya agar Ciletuh–Palabuhanratu tetap menjadi ikon dunia. Ini bukan hanya tentang pariwisata, tetapi tentang warisan untuk anak cucu kita. Semakin lama kita bisa mempertahankan green card, semakin besar manfaat yang dirasakan masyarakat Sukabumi,” pungkasnya.

Dengan prestasi ini, CPUGGp tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga bagian penting dari jaringan geopark global. Status green card membuktikan bahwa Sukabumi mampu menghadirkan harmoni antara konservasi, edukasi, dan pariwisata berkelanjutan.

Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

BANYAK DIBACA

Terbaru