Suasana Baru Pelantikan Pejabat di Sukabumi, Asep Japar: Sekalian Promosikan Wisata

Sukabuminow.com || Ada suasana berbeda dalam pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Jika biasanya prosesi pelantikan berlangsung di dalam gedung pemerintahan, kali ini 327 pejabat Sukabumi dilantik di ruang terbuka, tepatnya di Alun-Alun Gadobangkong, Palabuhanratu, Senin (10/8/26).

Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut dipimpin langsung Bupati Sukabumi Asep Japar.

Ratusan pejabat administrator dan pengawas mengikuti prosesi di kawasan yang juga menjadi salah satu ruang publik dan kawasan wisata di Palabuhanratu tersebut.

Bagi Asjap, pemilihan lokasi itu bukan sekadar memberikan suasana berbeda dalam agenda pemerintahan. Pelantikan di ruang terbuka tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi wisata Kabupaten Sukabumi.

“Ya, hari ini kegiatan pelantikan buat para pejabat Eselon III/a, III/b, dan Eselon IV di lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi. Dan sengaja hari ini dilaksanakan di kawasan wisata Gadobangkong,” ujar Asjap.

Menurutnya, konsep pelantikan di ruang terbuka seperti itu merupakan sesuatu yang baru di Kabupaten Sukabumi.

Ia ingin agenda pemerintahan tidak selalu berlangsung di ruang-ruang formal. Kegiatan tertentu justru dapat dilaksanakan di ruang publik atau kawasan wisata untuk sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat.

“Mungkin ini baru pertama kali di Kabupaten Sukabumi. Kenapa saya melakukan seperti ini? Ya, kita harus seolah-olah mempromosikan wisata-wisata yang ada di Kabupaten Sukabumi,” katanya.

Asjap bahkan membuka kemungkinan konsep serupa diterapkan di kawasan wisata lainnya.

“Bahkan ke depan, bukan hanya di sini, di tempat lain juga kita akan melaksanakan seperti ini,” lanjutnya.

Pemilihan Alun-Alun Gadobangkong sebagai lokasi pelantikan memberikan pesan tersendiri. Pemerintah daerah ingin kawasan wisata dan ruang publik dapat menjadi bagian dari berbagai aktivitas positif pemerintahan.

Konsep tersebut juga memperlihatkan pendekatan berbeda dalam menjalankan agenda birokrasi. Pelantikan tetap dilaksanakan secara resmi, tetapi suasananya dibuat lebih terbuka dan dekat dengan ruang publik.

Asjap sempat melontarkan candaan ketika ditanya mengenai ide awal menggelar pelantikan di kawasan wisata tersebut.

Dengan suasana yang lebih santai, ia kemudian kembali menegaskan bahwa Kabupaten Sukabumi memiliki banyak potensi wisata yang perlu terus diperkenalkan.

Langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk mengangkat berbagai potensi lokal agar semakin dikenal masyarakat luas.

Asep Japar Tegaskan Tidak Ada “Orang Bupati” atau “Orang Wabup”

Di balik suasana pelantikan yang berbeda, Asjap menyampaikan pesan tegas kepada para pejabat yang baru dilantik.

Ia meminta para pejabat tidak membangun persepsi mengenai adanya kelompok atau orang tertentu yang mendapatkan jabatan karena kedekatan dengan Bupati, Wakil Bupati, maupun Sekretaris Daerah.

Menurutnya, seluruh aparatur harus bekerja dalam satu sistem pemerintahan dan memiliki tanggung jawab sesuai jabatan masing-masing.

“Betul! Betul, semua sama! Saya dengan Pak Wakil Bupati sama-sama, tanda tangan kita termasuk pengusulan dari Pak Sekda. Jadi, tidak ada orang Wabup, orang Bupati, orang Sekda, tidak,” tegasnya.

Penegasan tersebut menjadi penting dalam membangun budaya birokrasi yang profesional. Jabatan, menurut Asep, tidak boleh dipandang sebagai milik kelompok tertentu.

Ia juga membuka ruang bagi pejabat yang merasa tidak puas terhadap proses maupun kebijakan untuk menyampaikan persoalan secara langsung.

Pesan itu sekaligus menjadi penegasan agar komunikasi internal pemerintahan tidak dibangun berdasarkan isu atau klaim kedekatan dengan pejabat tertentu.

Pejabat Diminta Tidak Bandel, Demosi Bisa Dilakukan

Asjap juga mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Ia tidak menutup kemungkinan memberikan sanksi tegas kepada aparatur yang dinilai tidak menjalankan tugas dengan baik atau melanggar ketentuan.

“Ya, kita harus adil lah,” ujarnya.

Ketika ditanya mengenai pejabat yang telah dikenai demosi sejak dirinya memimpin Kabupaten Sukabumi, ia menyebut terdapat beberapa pejabat yang telah mendapatkan tindakan tersebut. Proses terhadap pejabat lainnya juga masih berjalan.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa evaluasi terhadap kinerja aparatur menjadi bagian dari pembenahan birokrasi.

Dengan demikian, pelantikan bukan menjadi akhir dari proses penempatan jabatan. Setelah dilantik, para pejabat dituntut membuktikan kemampuan melalui kinerja dan pelayanan.

Pesan utama Asep Japar kepada para pejabat yang baru dilantik pada akhirnya bermuara pada pelayanan publik.

Ia mengingatkan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki posisi sebagai pelayan masyarakat. Karena itu, jabatan tidak boleh membuat seorang aparatur merasa lebih tinggi daripada masyarakat yang dilayani.

“Ya, kita harus melayani masyarakat dengan baik. Bahwa PNS itu, ASN, adalah pelayan masyarakat. Jadi hari ini, raja… masyarakat itu adalah raja, yang betul-betul harus dilayani dengan baik oleh kita,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan penting dalam pelantikan 327 pejabat Kabupaten Sukabumi.

Pejabat yang baru dilantik tidak hanya dituntut mampu menjalankan tugas administratif. Mereka juga harus memastikan kebijakan pemerintah dapat diterjemahkan menjadi pelayanan yang dirasakan langsung masyarakat.

Pelantikan 327 pejabat administrator dan pengawas tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola pemerintahan Kabupaten Sukabumi.

Jabatan yang telah diberikan harus dipertanggungjawabkan melalui kinerja. Setiap pejabat juga diharapkan mampu membangun hubungan kerja yang sehat dengan atasan, bawahan, dan sesama aparatur.

Asjap menekankan bahwa tidak ada ruang bagi sikap merasa paling berkuasa hanya karena memegang jabatan tertentu.

Semua aparatur memiliki fungsi masing-masing. Seluruhnya bermuara pada tujuan yang sama, yakni menghadirkan pemerintahan yang bekerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Pelantikan di Alun-Alun Gadobangkong akhirnya tidak hanya menjadi seremoni pergantian atau pengisian jabatan. Agenda tersebut membawa dua pesan sekaligus: memperkenalkan potensi wisata Kabupaten Sukabumi dan mengingatkan para pejabat bahwa jabatan harus dikembalikan kepada kepentingan masyarakat.

Bagi Asjap, birokrasi yang kuat bukan sekadar birokrasi yang memiliki banyak pejabat. Birokrasi yang kuat adalah birokrasi yang mampu bekerja secara profesional, menjaga integritas, serta hadir memberikan pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

POPULER

Terbaru