Sukabuminow.com || Penghargaan IJTI Award 2026 menjadi momen positif bagi Koperasi Produsen Bumi Kiara Mineral Sejahtera di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, untuk memperkuat komitmen terhadap kegiatan sosial di tengah masyarakat.
Ketua Koperasi Bumi Kiara Mineral Sejahtera, Aji Gunawan, menerima penghargaan tersebut dalam ajang yang digelar Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) di Grand Inna Samudra Beach Hotel Palabuhanratu, Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (26/9/26) malam.
Menurut Aji, penghargaan bukan menjadi alasan untuk berhenti berbuat. Justru, apresiasi tersebut menjadi dorongan agar koperasi meningkatkan kontribusinya bagi masyarakat.
“Kami bersyukur dan berterima kasih atas penghargaan IJTI Award ini. Penghargaan ini bukan berarti apa yang kami lakukan sudah baik, tetapi menjadi awal untuk menuju kebaikan yang lebih besar,” ujar Aji.
Sejak mulai berjalan pada November 2025, koperasi tersebut mencatat sejumlah kegiatan sosial. Salah satunya pembangunan 10 unit rumah tidak layak huni (rutilahu) di wilayah Kertajaya.
Aji mengatakan, program tersebut akan terus dilanjutkan. Ia menargetkan persoalan rutilahu di Kertajaya yang jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 100 unit dapat ditangani secara bertahap dengan dukungan berbagai pihak.
“Kami menargetkan rutilahu di Kertajaya bisa dibantu seluruhnya secara bertahap. Saat ini baru 10 yang sudah dibangun, dan ke depan akan kami lanjutkan,” katanya.
Rp700 Juta untuk Kegiatan Sosial
Selain rutilahu, kontribusi koperasi juga menyentuh kebutuhan fasilitas dan infrastruktur masyarakat. Bantuan diberikan untuk pembangunan masjid, perbaikan jalan, hingga kebutuhan lingkungan.
Aji menyebut salah satu bantuan untuk pembangunan masjid mencapai sekitar Rp207,3 juta. Bantuan lainnya diberikan dengan nominal yang lebih kecil, mulai jutaan hingga puluhan juta rupiah, sesuai kebutuhan.
“Kami juga membantu pengecoran jalan sepanjang sekitar 1 kilometer di Kampung Bojongdae. Bantuan fasilitas lingkungan juga turut diberikan untuk mendukung aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Secara keseluruhan, dana yang telah dikeluarkan untuk kegiatan sosial selama sekitar sembilan bulan disebut mencapai Rp700 jutaan.
“Kurang lebih Rp700 jutaan dalam sembilan bulan. Itu untuk lingkungan dan juga bantuan ke luar wilayah,” ungkap Aji.
Kontribusi tersebut tidak hanya diberikan di sekitar wilayah operasional koperasi. Aji menyebut bantuan juga pernah disalurkan saat masyarakat menghadapi kondisi yang membutuhkan dukungan, termasuk di Ciptamulya dan kegiatan pengecoran jalan di Tegalbuleud.
Bagi Aji, keterlibatan koperasi dalam kegiatan sosial merupakan bagian dari upaya agar keberadaan koperasi dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
“Kami ingin ke depan terus bersinergi dengan pemerintah dan media. Mudah-mudahan apa yang kami lakukan bisa semakin luas manfaatnya dan mendapat dukungan untuk perjalanan koperasi ke depan,” tutur Aji.
Aji juga menyampaikan apresiasi kepada IJTI atas penghargaan yang diberikan. Ia berharap insan pers semakin solid dalam menyampaikan informasi mengenai kondisi dan kebutuhan masyarakat secara faktual.
Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana
