Sukabuminow.com || Deburan ombak, hamparan pasir, dan bentang pesisir yang memesona menjadikan Ujunggenteng sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Namun, keistimewaan kawasan ini tidak hanya terletak pada panorama pantainya. Ujunggenteng juga menyimpan cerita kehidupan penyu laut yang menjadikannya semakin istimewa.
Di kawasan pesisir Kecamatan Ciracap ini, wisatawan dapat mengenal lebih dekat perjalanan alami penyu, mulai dari induk yang datang ke pantai untuk bertelur hingga tukik atau anak penyu yang berjuang menuju lautan. Sebuah pengalaman alam yang mengingatkan bahwa keindahan wisata sejatinya memiliki kehidupan yang harus dilindungi.
Pesona tersebut diangkat Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi melalui program Ayo Keliling Sukabumi! Episode 02 – Jejak Penyu di Ujunggenteng.
Kepala Dispar Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, mengatakan Ujunggenteng memiliki kekayaan alam yang tidak sekadar menawarkan pengalaman berlibur. Kawasan ini juga menyimpan ekosistem pesisir yang penting bagi keberlangsungan kehidupan penyu laut.
Menurutnya, pengalaman berwisata akan semakin bermakna ketika pengunjung tidak hanya menikmati panorama, tetapi juga memahami dan ikut menjaga alam yang menjadi daya tarik destinasi.
“Pariwisata yang hebat bukan hanya tentang keindahan destinasi, tetapi juga tentang bagaimana lingkungan tetap terjaga, masyarakat semakin sejahtera, dan warisan alam dapat dinikmati generasi mendatang,” ujar Ali, Minggu (8/11/26).
Menikmati Ujunggenteng, Menjaga Warisan Alam Sukabumi
Keberadaan penyu menjadi salah satu kekayaan ekologis yang membuat Ujunggenteng memiliki daya tarik tersendiri. Pantai ini menjadi tempat penyu laut datang untuk bertelur. Sementara tukik memulai perjalanan hidupnya menuju lautan luas.
Keistimewaan tersebut sekaligus mengundang tanggung jawab wisatawan. Pengunjung diimbau tidak membuang sampah sembarangan, menghindari gangguan terhadap penyu dan sarangnya, serta tidak menggunakan cahaya berlebihan di sekitar kawasan peneluran.
Hal sederhana itu menjadi bagian penting dari wisata bertanggung jawab. Sebab, menjaga lingkungan berarti turut mempertahankan daya tarik Ujunggenteng untuk masa depan.
Selain kekayaan alam, perjalanan wisata ke Ujunggenteng juga dapat menjadi kesempatan mengenal potensi ekonomi masyarakat setempat. Produk UMKM seperti keripik pisang, abon ikan, dan suvenir khas daerah menawarkan pengalaman berbeda bagi pelancong sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga.
Ali menegaskan, pengembangan destinasi harus memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.
“Ujunggenteng memiliki potensi besar yang harus kita jaga bersama. Mari kenali pesonanya, ceritakan keindahannya, dan jadikan kelestarian alam sebagai tanggung jawab bersama,” katanya.
Melalui program Ayo Keliling Sukabumi!, Dispar berharap semakin banyak wisatawan mengenal Ujunggenteng bukan hanya sebagai tempat menikmati keindahan pantai, melainkan juga sebagai kawasan wisata alam yang memiliki cerita, kehidupan, dan kekayaan lokal.
Sebab, perjalanan ke Ujunggenteng bukan sekadar tentang menikmati laut dan pasir putih. Ada pesan tentang kehidupan yang menunggu untuk dikenali, bahwa alam yang indah akan tetap memikat selama manusia bersedia menjaganya.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana
