Ketika Posyandu Berubah Wajah: Upaya DPMD Sukabumi Membangun Desa dari Akar Rumput

Sukabuminow.com || Pagi itu, Selasa (18/11/25), Aula Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, terasa lebih hidup dari biasanya. Di antara deretan kursi yang tersusun rapi, para Ibu PKK dari Dapil 6 tampak berbincang hangat. Suasana yang cair itu berubah menjadi penuh perhatian ketika pembahasan mengenai transformasi Posyandu dimulai. Semua orang tahu, ini bukan sekadar agenda sosialisasi. Ini adalah langkah besar yang akan mengubah wajah pelayanan dasar di desa.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi hadir dengan satu tujuan: memperkuat kelembagaan desa melalui pembaruan yang lebih terarah. Hari itu, mereka memperkenalkan enam bidang pelayanan Posyandu yang kini menjadi standar baru sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024. Perubahan yang tidak hanya menambah fungsi, tetapi juga membuka jalan bagi Posyandu untuk menjadi pusat layanan terpadu yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Di tengah ruangan, Andriansyah, Sekretaris DPMD Kabupaten Sukabumi, berdiri dengan tenang. Nada suaranya lembut namun tegas. Ia tidak sekadar menyampaikan materi, namun ia bercerita tentang mimpi panjang pemerintah daerah untuk menghadirkan desa yang mandiri, inklusif, dan benar-benar sejahtera.

“Selama ini Posyandu identik dengan penimbangan balita. Kini, gambaran itu berubah. Posyandu harus menjadi rumah bagi masyarakat, menjadi tempat mencari layanan kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga ruang aman bagi perempuan dan anak,” ucapnya.

Dari kalimat itu, tampak jelas bahwa transformasi Posyandu bukan hanya perubahan struktur. Ini adalah upaya untuk membangun hubungan baru antara pelayanan desa dan masyarakatnya. Posyandu kini memikul enam tanggung jawab besar: kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, pengelolaan lingkungan, ketertiban sosial, serta pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Di sisi lain ruangan, para kader Posyandu, yang sebagian besar adalah perempuan desa, menyimak dengan penuh harapan. Mereka adalah motor utama layanan Posyandu. Mereka pula yang akan berada di garis terdepan, mengetuk pintu rumah warga, memastikan layanan dasar menjangkau semua kalangan, bahkan hingga tingkat RW.

Andri memahami hal itu. Karena itulah ia menekankan pentingnya kolaborasi. Menurutnya, transformasi tidak akan berjalan tanpa dukungan pemerintah desa, PKK, dan masyarakat.

“Kita ingin memastikan tidak ada desa yang tertinggal dalam pelayanan dasar,” katanya. “Melalui transformasi ini, kami berharap Posyandu menjadi katalisator bagi pemberdayaan masyarakat. Dari edukasi ekonomi rumah tangga hingga pengelolaan lingkungan, semuanya harus berjalan beriringan.”

Narasi harapan itu terasa dekat dengan visi besar Kabupaten Sukabumi: Sukabumi Mubarakah. DPMD pun menargetkan pelatihan berkelanjutan bagi seluruh kader, terutama di wilayah Pajampangan. Tujuannya jelas: cakupan layanan harus mendekati 100 persen.

Di luar aula, angin Jampangkulon berhembus lembut, seakan menjadi saksi lahirnya babak baru bagi Posyandu. Layanan yang dulunya sederhana kini memasuki era baru yang lebih lengkap, modern, dan menyentuh lebih banyak sisi kehidupan masyarakat.

Bagi DPMD Kabupaten Sukabumi, transformasi ini bukan akhir. Ini adalah pintu pembuka menuju masa depan desa yang lebih berdaya.

Dan bagi masyarakat, Posyandu kini bukan hanya tempat singgah sesaat. Ia sudah berubah menjadi rumah kedua, tempat kebutuhan hidup sehari-hari mendapat perhatian tanpa harus menunggu lama.

Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

POPULER

Terbaru