Lonjakan Wisatawan Picu Evaluasi Besar, Sukabumi Pertimbangkan Tollgate Wisata
Sukabuminow.com || Lonjakan wisatawan ke Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, saat libur Idulfitri 2026 menjadi sorotan nasional. Sebanyak 325 ribu pengunjung memadati puluhan destinasi wisata, terutama kawasan Palabuhanratu, memicu pemerintah daerah untuk segera melakukan pembenahan besar-besaran sektor pariwisata.
Di tengah euforia tersebut, Pemerintah Kabupaten Sukabumi mulai mengkaji kembali penerapan sistem tollgate wisata sebagai strategi untuk mengendalikan arus pengunjung sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Bupati Sukabumi, Asep Japar, menegaskan bahwa lonjakan wisatawan yang signifikan harus diimbangi dengan sistem pengelolaan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
“Wisatawan yang masuk ke Sukabumi luar biasa. Ke depan, kami ingin ada sistem yang bisa mengatur sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap daerah, salah satunya melalui tollgate,” ujarnya usai rapat Paripurna DPRD, Selasa (31/3/26).
Namun demikian, Asjap menegaskan bahwa rencana tersebut tidak bisa dilakukan secara gegabah. Pemerintah daerah tengah mengkaji secara mendalam agar kebijakan tersebut tidak bertentangan dengan regulasi, terutama terkait status sejumlah ruas jalan nasional.
“Kami harus hati-hati. Ada aturan yang harus dipatuhi, sehingga kami akan konsultasi dengan pemerintah pusat agar kebijakan ini tetap legal dan berkelanjutan,” jelasnya.
Sebagai solusi, Pemkab Sukabumi mulai menyiapkan alternatif jalur berbasis jalan kabupaten. Beberapa di antaranya meliputi jalur Ahmad Yani, Cipatuguran Pelita, hingga rencana pembukaan akses baru dari Cimanggu menuju Cisolok.
Jika akses tersebut terealisasi, pemerintah akan memiliki ruang lebih luas untuk mengelola kawasan wisata, termasuk kemungkinan penerapan sistem tollgate secara efektif.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menyebut tingginya angka kunjungan wisatawan menjadi momentum penting untuk melakukan reformasi tata kelola pariwisata secara menyeluruh.
Menurutnya, sistem tollgate bukan sekadar alat pungutan, melainkan instrumen strategis untuk pengawasan dan pengendalian kapasitas kawasan wisata.
“Dengan tollgate, kita bisa memantau jumlah wisatawan secara real time dan mengantisipasi jika daya tampung sudah terlampaui,” kata Ali.
Ia menambahkan, usulan ini juga mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk aparat keamanan, sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pengamanan destinasi wisata.
Selain itu, dorongan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menata kawasan Palabuhanratu secara menyeluruh menjadi faktor penting dalam percepatan pembenahan sektor ini.
Ali mengungkapkan bahwa potensi wisata Sukabumi sangat besar, dengan lebih dari 50 objek wisata, namun baru sebagian kecil yang dikelola langsung oleh pemerintah daerah.
Saat ini, pencatatan kunjungan masih dilakukan secara kombinasi antara tiket resmi di beberapa destinasi dan pendataan manual di lokasi lainnya. Hal ini menyebabkan potensi pendapatan belum tergarap maksimal.
Sebagai perbandingan, daerah lain seperti Pangandaran mampu meraup pendapatan hingga puluhan miliar rupiah per tahun dari sektor pariwisata.
“Ke depan, pengelolaan harus mencakup seluruh destinasi, baik milik pemerintah maupun masyarakat, dengan sistem yang transparan dan akuntabel,” tegasnya.
Di balik lonjakan wisatawan, persoalan sampah menjadi tantangan serius. Volume sampah meningkat drastis, sementara sistem pengelolaan masih bersifat konvensional.
Ali menegaskan, ke depan pihaknya akan mendorong penerapan konsep zero waste di kawasan wisata, di mana sampah dapat langsung diolah di lokasi tanpa harus dibuang ke tempat pembuangan akhir.
Di sisi lain, Bupati Asep Japar melihat momentum ini sebagai peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Perkembangan pariwisata harus sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. UMKM harus tumbuh bersama sektor wisata,” ujar Asjap.
Dengan lonjakan wisatawan yang terus meningkat, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pariwisata.
Penerapan tollgate, penguatan infrastruktur, penataan kawasan, hingga pengelolaan sampah berbasis lingkungan menjadi bagian dari strategi jangka panjang.
Langkah ini diharapkan mampu menjadikan Sukabumi sebagai destinasi wisata yang tidak hanya ramai dikunjungi, tetapi juga tertata, aman, dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana




