Sukabuminow.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus membangun komunikasi intensif dengan pemerintah pusat tidak hanya bertujuan mempercepat pembangunan infrastruktur, tetapi juga membuka peluang penguatan sektor-sektor produktif yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.
Hal itu mengemuka dalam audiensi Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama Staf Khusus Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas RI di Gedung Menara Bappenas, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/26).
Pertemuan yang dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, mewakili Bupati Sukabumi tersebut menjadi momentum penting untuk menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan berbagai Program Strategis Nasional yang tengah dijalankan pemerintah pusat.
Mewakili Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Denis Eriska, menilai salah satu isu strategis yang perlu mendapat perhatian dalam pembangunan ke depan adalah penguatan kualitas sumber daya manusia serta hilirisasi sektor pertanian.
Menurutnya, daerah dengan potensi pertanian besar seperti Kabupaten Sukabumi tidak cukup hanya meningkatkan produksi. Yang lebih penting adalah menciptakan nilai tambah melalui pengolahan hasil pertanian, penguatan kelembagaan petani, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“Hilirisasi menjadi salah satu tantangan sekaligus peluang bagi daerah. Ketika hasil pertanian mampu diolah menjadi produk bernilai tambah, maka dampak ekonominya akan jauh lebih besar bagi masyarakat. Karena itu, sinkronisasi program dengan pemerintah pusat sangat penting untuk memperkuat ekosistem pembangunan pertanian yang berkelanjutan,” kata Denis.
Ia menjelaskan, pembangunan sektor pertanian saat ini harus dipandang sebagai bagian dari strategi besar pembangunan daerah. Selain mendukung ketahanan pangan nasional, sektor pertanian juga berperan dalam menciptakan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, dan menjaga stabilitas ekonomi masyarakat perdesaan.
Dalam audiensi tersebut, berbagai agenda pembangunan turut dibahas, mulai dari pengembangan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi daerah, hingga optimalisasi potensi wilayah. Seluruh agenda tersebut dinilai memiliki keterkaitan erat dengan upaya mempercepat transformasi pembangunan di Kabupaten Sukabumi.
Denis menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi fondasi utama agar berbagai program yang dirancang dapat berjalan optimal. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi atau pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas masyarakat yang menjalankannya.
“Kami memandang pembangunan SDM dan penguatan sektor produktif harus berjalan beriringan. Ketika petani semakin adaptif terhadap teknologi, memiliki akses pasar yang lebih luas, dan mendapat dukungan program yang tepat, maka daya saing daerah akan meningkat secara signifikan,” ujarnya.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana
