Sukabuminow.com || Upaya menekan stunting di Kabupaten Sukabumi diarahkan agar tidak berhenti pada koordinasi antarpemerintah daerah. Intervensi harus berjalan secara konkret hingga tingkat desa dan keluarga yang menjadi sasaran.
Hal tersebut menjadi salah satu isu strategis yang mengemuka setelah Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, mengikuti Rapat Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan serta Percepatan Penurunan Stunting Regional Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara secara virtual dari Command Center Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Selasa (23/9/26).
Andreas menilai persoalan stunting membutuhkan kerja lintas sektor karena berkaitan dengan pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, koordinasi antara organisasi perangkat daerah (OPD) perlu diteruskan hingga pemerintahan desa.
“Yang harus ditekankan adalah kerja sama antar-OPD, sampai nanti ke tingkat desa,” ujar Andreas.
Menurutnya, pencegahan stunting menjadi bagian penting dari agenda pembangunan Kabupaten Sukabumi dalam menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
“Isu-nya sejalan dengan arah kebijakan nasional. Berdasarkan SSGI 2024, prevalensi stunting nasional kan tercatat 19,8 persen, sehingga penguatan intervensi di daerah masih menjadi bagian penting dalam pencapaian target pembangunan nasional,” ujarnya.
Rapat koordinasi yang diikuti Andreas bersama Kepala DPPKB Kabupaten Sukabumi Eka Nandang Nugraha dan sejumlah perangkat daerah menekankan pentingnya memastikan kelompok sasaran memperoleh intervensi yang tepat dan berkualitas.
Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan SDM Setwapres, Eddy Cahyono Sugiarto, mengingatkan agar komitmen pemerintah daerah tidak berhenti pada penandatanganan. Koordinasi perlu diterjemahkan menjadi langkah nyata di lapangan.
Sementara itu, Asisten Deputi Kesehatan, Gizi, dan Pembangunan Keluarga Setwapres Mita Aprianti menyebut forum tersebut menjadi ruang untuk menyinkronkan kebijakan, bertukar pengalaman, sekaligus mengidentifikasi kendala pelaksanaan program di daerah.
Bagi Kabupaten Sukabumi, tantangan berikutnya adalah memastikan koordinasi tersebut menghasilkan intervensi yang menyentuh keluarga sasaran. Pendekatan ini penting karena program pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan banyak sektor, mulai dari kesehatan, gizi, keluarga, hingga pemerintah desa.
DPPKB Kabupaten Sukabumi sendiri memiliki layanan dan sistem pendukung untuk pencegahan stunting, termasuk Satgas Stunting dan Sistem Informasi Keluarga (SIGA).
Dalam rakor tersebut juga dilaksanakan penandatanganan komitmen bersama pencegahan dan percepatan penurunan stunting.
“Harapannya, dengan penguatan kolaborasi ini, upaya pencegahan dan penanganan stunting di Kabupaten Sukabumi semakin efektif,” kata Andreas.
Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana
