Sukabuminow.com || Suara gemuruh memecah ketenangan di Kampung Batununggul, Desa Karangmekar, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (3/4/26) sekitar pukul 11.25 WIB. Suara tersebut terdengar dari arah SDN Batununggul, mengejutkan warga sekitar yang tidak menyangka akan terjadi sesuatu. Salah satu bangunan ruang kelas di sekolah tersebut ambruk.
Di balik peristiwa itu, ada satu hal yang patut disyukuri, tidak ada korban jiwa. Tidak adanya aktivitas belajar pada saat kejadian menjadi alasan utama seluruh siswa dan tenaga pengajar selamat.
Kepala SDN Batununggul, Maryati, menuturkan bahwa kondisi bangunan yang ambruk memang sudah lama mengalami kerusakan.
“Bangunan ini sebelumnya memang sudah dalam kondisi rusak. Kami sudah beberapa kali mengajukan perbaikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebagian ruang kelas di sekolah tersebut sempat mendapatkan perbaikan pada tahun 2024. Namun, masih ada bagian bangunan yang belum tersentuh rehabilitasi, termasuk ruang kelas yang akhirnya ambruk.
“Yang ini belum sempat diperbaiki. Alhamdulillah, kejadiannya saat libur, jadi tidak ada korban,” kata Maryati.
Bagi pihak sekolah, keselamatan siswa selalu menjadi hal utama. Peristiwa ini pun menjadi pengingat akan pentingnya ruang belajar yang aman dan nyaman.
Saat ini, SDN Batununggul memiliki sekitar 170 siswa dengan 11 tenaga pengajar. Di tengah keterbatasan yang ada, kegiatan pendidikan tetap diupayakan berjalan dengan sebaik mungkin.
Pasca kejadian, suasana sekolah berubah. Puing-puing bangunan terlihat berserakan, menyisakan jejak dari peristiwa yang terjadi begitu cepat. Meski demikian, semangat untuk terus belajar tidak ikut runtuh.
Di balik musibah ini, tersimpan harapan agar ke depan lingkungan belajar dapat semakin aman dan layak, sehingga anak-anak dapat menuntut ilmu dengan tenang tanpa rasa khawatir.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di setiap musibah, selalu ada pelajaran yang bisa dipetik—tentang kewaspadaan, tentang keselamatan, dan tentang pentingnya menjaga ruang-ruang yang menjadi tempat tumbuhnya masa depan.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana
