Sukabuminow.com || Aspirasi warga yang disampaikan saat reses anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Dhila Nurdian pada tahun 2025 lalu, mulai diwujudkan dalam bentuk fasilitas yang langsung digunakan masyarakat. Salah satunya dua kendaraan roda tiga pengangkut sampah yang diserahkan kepada warga Kampung Babadan, Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (31/10/20).
Dhila Nurdian, yang merupakan Politikus PPP itu mengatakan, kendaraan tersebut merupakan bagian dari realisasi aspirasi masyarakat yang disampaikan saat pelaksanaan reses 2025.
Menurut Dhila, kebutuhan kendaraan pengangkut sampah menjadi salah satu aspirasi yang cukup kuat karena berkaitan langsung dengan kebersihan lingkungan. Dari kebutuhan awal sebanyak tiga unit, dua kendaraan akhirnya direalisasikan menyesuaikan kemampuan anggaran.
“Memang ada masyarakat yang menyampaikan ingin sekali mempunyai kendaraan pengangkut sampah karena sangat dibutuhkan. Awalnya kebutuhannya tiga unit, tetapi karena anggaran hanya cukup untuk dua, kami mencukupkan dua unit. Yang terpenting manfaatnya bisa tersampaikan kepada masyarakat,” ujar Anggota Komisi IV itu.
Dua kendaraan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat di wilayah Babadan, khususnya RT 29 dan RT 30 di Sirnagalih. Pengelolaan kendaraan diserahkan kepada masyarakat sehingga pemanfaatan dan perawatannya menjadi tanggung jawab warga penerima.
Dhila mengatakan, proses realisasi dilakukan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi. Aspirasi masyarakat terlebih dahulu diajukan, kemudian koordinasi dilakukan hingga kendaraan dapat direalisasikan.
“Ini memang aspirasi langsung dari masyarakat. Kami ajukan, kemudian langsung mendatangkan DLH. Prosesnya kami kawal bersama dan alhamdulillah pihak DLH membantu sampai akhirnya hari ini bisa dilakukan penyerahan,” katanya.
Ia berharap, kendaraan tersebut dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan. Evaluasi juga terbuka dilakukan untuk memastikan fasilitas yang diberikan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap masyarakat bisa menjaga apa yang sudah diberikan ini. Harapannya kendaraan ini bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang dan terus memberikan manfaat,” ucapnya.
Jalan, Air Bersih, hingga 13 Piramida Sampah
Penyerahan kendaraan roda tiga bukan satu-satunya aspirasi hasil reses 2025 yang telah direalisasikan. Dhila menyebut sejumlah usulan masyarakat di wilayah lain juga sudah ditindaklanjuti.
Salah satunya perbaikan jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah di wilayah Buanajaya. Pekerjaan tersebut kini telah direalisasikan sehingga kebutuhan infrastruktur warga mulai mendapat tindak lanjut.
Realisasi lainnya berada di Desa Kertamukti, Kecamatan Warung Kiara. Atas kebutuhan warga terhadap air bersih, sebanyak dua tangki air telah disalurkan.
Selain itu, sebanyak 13 unit piramida sampah juga telah diturunkan untuk masyarakat Desa Kertamukti. Fasilitas tersebut ditujukan untuk membantu pengelolaan sampah berbasis lingkungan di tingkat masyarakat.
“Setelah saya selesai cuti, saya langsung turun ke lapangan. Alhamdulillah beberapa aspirasi sudah terealisasi, mulai dari jalan di Buanajaya Kecamatan Bantargadung, dua tangki air bersih dan 13 unit piramida sampah di Kertamukti Kecamatan Warungkiara,” jelas Dhila.
Dhila mengatakan tindak lanjut aspirasi tidak berhenti pada satu jenis kebutuhan. “Kami masih membuka ruang untuk memperjuangkan fasilitas serupa di wilayah lain apabila kebutuhan masyarakat kembali disampaikan dan tersedia dukungan anggaran,” tegasnya.
Reses 2026 Didominasi Aspirasi Air Bersih dan Irigasi
Sementara itu, hasil reses terbaru menunjukkan kebutuhan masyarakat mulai bergeser mengikuti kondisi di lapangan. Di tengah musim kemarau, air bersih menjadi salah satu aspirasi yang paling banyak disampaikan warga.
Selain air bersih, masyarakat juga menyampaikan kebutuhan pembangunan dan perbaikan irigasi. Aspirasi tersebut telah diperjuangkan dan diharapkan dapat direalisasikan pada tahun berikutnya.
“Yang banyak disampaikan masyarakat sekarang adalah kebutuhan air bersih karena sedang kemarau. Selain itu, ada juga kebutuhan irigasi. Untuk irigasi, sudah saya perjuangkan dan mudah-mudahan secepatnya bisa terealisasi,” tutur Dhila.
Menurut Dhila, realisasi hasil reses menjadi bagian penting dari proses menyerap kebutuhan masyarakat. Ia berharap usulan yang disampaikan warga tidak berhenti sebagai catatan, tetapi dapat ditindaklanjuti sesuai kemampuan anggaran dan kewenangan pemerintah.
Dengan demikian, hasil reses tidak hanya menjadi agenda pertemuan antara wakil rakyat dan konstituen. Aspirasi tersebut diharapkan dapat berubah menjadi program yang manfaatnya dirasakan langsung masyarakat Kabupaten Sukabumi.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana
