Sukabuminow.com || Kematian seorang petani lansia di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, membuka mata banyak pihak tentang risiko besar yang selama ini kerap luput dari perhatian, yakni bekerja seorang diri di lingkungan alam terbuka.
Saep (74 th), warga Kampung Lebakmuncang, Desa Pabuaran, Kecamatan Pabuaran, ditemukan meninggal dunia di kebun bambu miliknya pada Senin (23/3/26). Ia diduga tewas setelah tertimpa pohon bambu yang ditebangnya sendiri tanpa ada yang mengetahui selama tiga hari.
Peristiwa ini tidak hanya menyisakan duka, tetapi juga menghadirkan pertanyaan besar tentang keselamatan kerja di sektor pertanian, terutama bagi kelompok lanjut usia.
Korban diketahui hidup seorang diri setelah ditinggal istrinya. Sementara anaknya berada di luar kota. Dalam kesehariannya, Saep tetap bekerja mengurus kebun demi memenuhi kebutuhan hidup.
Kondisi ini mencerminkan realitas yang tidak sedikit terjadi di pedesaan, di mana lansia yang tetap bekerja tanpa pendamping, dengan risiko tinggi namun minim pengawasan.
Kejadian bermula dari kecurigaan tetangga korban, Ruslan, yang melihat rumah Saep gelap sejak Sabtu malam. Merasa ada yang tidak biasa, ia kemudian memutuskan untuk mengecek kondisi korban.
Pencarian berujung di kebun bambu. Di sanalah Saep ditemukan dalam kondisi mengenaskan.
“Beliau ditemukan sudah tertimpa bambu. Kami tidak menyangka sudah beberapa hari,” ujar Ruslan.
Saat ditemukan, kondisi korban telah membusuk. Dugaan sementara, korban meninggal dunia sejak tiga hari sebelumnya.
Petugas gabungan dari kepolisian, tenaga kesehatan, pemerintah desa, hingga P2BK Kecamatan Pabuaran segera melakukan penanganan di lokasi. Hasil pemeriksaan memastikan tidak ada unsur kekerasan dalam peristiwa tersebut.
P2BK Pabuaran, A. Yogi, menegaskan bahwa kejadian ini merupakan kecelakaan kerja.
“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Ini murni kecelakaan saat korban bekerja di kebun,” jelasnya.
Jenazah korban kemudian dimakamkan oleh pihak keluarga di pemakaman setempat. Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak autopsi.
Namun, di balik peristiwa ini, tersimpan pesan yang lebih besar. Keselamatan kerja di sektor pertanian masih menjadi isu yang kerap terabaikan. Tidak adanya pendamping, minimnya alat pelindung, serta kondisi fisik yang tidak lagi prima menjadi faktor risiko yang nyata, terutama bagi petani lansia.
Tragedi yang menimpa Saep menjadi pengingat bahwa aktivitas sederhana seperti menebang bambu pun dapat berujung fatal jika dilakukan tanpa pengamanan dan pengawasan.
Di banyak wilayah pedesaan, bekerja sendirian bukanlah pilihan, melainkan kondisi yang tak terhindarkan.
Sukabumi hari itu tidak hanya berduka. Ia juga sedang menyampaikan pesan sunyi, bahwa keselamatan kerja, sekecil apa pun aktivitasnya, tetap harus menjadi perhatian bersama.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana
