Sukabuminow.com || Pagi itu, Senin (29/12/25), suasana di Kecamatan Jampangtengah dan Gegerbitung terasa berbeda. Di dua titik yang kelak menjadi pusat pelayanan gizi masyarakat, sebuah batu pertama diletakkan, bukan sekadar penanda dimulainya pembangunan fisik, tetapi juga simbol lahirnya harapan baru bagi warga Kabupaten Sukabumi.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi menyambut baik groundbreaking serentak pembangunan 436 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri yang digelar di seluruh Indonesia. Di Kabupaten Sukabumi, kehadiran dua SPPG ini menjadi bagian dari langkah nyata mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), program nasional yang menyasar pemenuhan gizi bagi kelompok rentan.
Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, tampak optimistis. Baginya, SPPG bukan hanya soal dapur dan distribusi makanan, melainkan investasi sosial jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Sukabumi.
“Alhamdulillah, kehadiran SPPG ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Tidak hanya dari sisi pemenuhan gizi, tetapi juga membuka peluang lapangan kerja bagi warga sekitar,” ujarnya dengan nada penuh syukur.
Ia menilai, pembangunan SPPG sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam mendukung program strategis pemerintah pusat yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Sinergi lintas sektor, menurutnya, menjadi kunci agar manfaat program benar-benar dirasakan hingga lapisan terbawah.
“Kami mendukung penuh program pemerintah. Terima kasih kepada Polri yang telah mengambil peran penting dalam mendukung Program MBG ini, karena memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, khususnya di Kabupaten Sukabumi,” tambah Andreas.
Dari sisi keamanan sekaligus pelayanan sosial, Polri melalui jajaran Polres Sukabumi memandang SPPG sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, menegaskan bahwa fasilitas ini dirancang untuk menjawab kebutuhan gizi kelompok prioritas.
“Kami berharap SPPG ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, terutama para siswa, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita non-PAUD,” tuturnya.
Samian menyadari bahwa isu gizi bukan persoalan sepele. Dampaknya berkelindan dengan kualitas pendidikan, kesehatan, hingga masa depan generasi muda. Karena itu, keberadaan SPPG diharapkan menjadi simpul pelayanan yang berkelanjutan, bukan sekadar program jangka pendek.
AKBP Samian juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah dan seluruh instansi terkait atas dukungan yang diberikan. Berkat kolaborasi tersebut, proses pembangunan SPPG dapat berjalan dengan lancar dan sesuai rencana.
“Pembangunan SPPG ini kami harapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memberi kontribusi positif bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.
Ketika batu pertama itu ditanam, ia membawa pesan sederhana namun mendalam: tentang kepedulian, kolaborasi, dan harapan. Di balik dinding yang kelak berdiri, SPPG bukan hanya akan memasak makanan bergizi, tetapi juga menanak masa depan bagi anak-anak, ibu, dan keluarga Sukabumi yang menaruh asa pada kesehatan dan kehidupan yang lebih baik.
Reporter: Edo
Redaktur: Andra Permana
