Sukabuminow.com || Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang oknum dai sekaligus pimpinan pondok pesantren di Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terus menjadi sorotan luas. Aparat kepolisian memastikan pelaku telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan masih dalam pengejaran intensif.
Kasatreskrim Polres Sukabumi, AKP Hartono, menegaskan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi dari korban dan saat ini fokus memburu terduga pelaku yang melarikan diri.
“Tersangka sedang dalam pengejaran. Saat ini statusnya sudah DPO,” ujar Hartono, Sabtu (28/3/26).
Penanganan kasus ini kini berada di bawah kewenangan Polres Sukabumi, setelah sebelumnya sempat dilaporkan ke Polres Sukabumi Kota. Perpindahan penanganan dilakukan untuk mempercepat proses hukum sekaligus memperluas jangkauan penyelidikan.
Kasus ini tidak hanya menyita perhatian masyarakat lokal, tetapi juga menjadi perhatian nasional karena melibatkan dugaan kejahatan terhadap anak di bawah umur di lingkungan pendidikan keagamaan.
Kuasa hukum korban, Rangga Suria Danuningrat dari LBH Pro Umat, mendesak aparat penegak hukum agar bekerja lebih maksimal dan profesional dalam menangani perkara ini.
“Kami meminta kepolisian bekerja ekstra keras. Ini bukan kasus biasa, melainkan kejahatan serius dengan korban anak-anak,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya penanganan yang objektif dan transparan guna menjaga kepercayaan publik, terutama karena kasus ini melibatkan figur yang memiliki posisi sosial dan keagamaan di masyarakat.
Perkembangan terbaru menunjukkan jumlah korban diduga terus bertambah. Berdasarkan data yang dihimpun dari lingkungan sekitar, korban diperkirakan mencapai delapan orang. Namun, sebagian besar korban masih belum berani mengungkapkan pengalaman mereka secara terbuka.
“Data sementara ada sekitar delapan korban. Namun banyak yang masih takut bicara. Bahkan beberapa sudah dipindahkan keluarganya ke luar daerah,” ungkap Rangga.
Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi aparat penegak hukum dalam mengungkap secara menyeluruh kasus yang dinilai sensitif dan kompleks tersebut.
Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta mendukung proses hukum dengan memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan terduga pelaku.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap lingkungan pendidikan, termasuk lembaga berbasis keagamaan, guna memastikan keamanan dan perlindungan bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana
