AdvertorialKabupaten SukabumiPemerintahan

Bukan Sekadar Pengajian, MTA Dorong Reformasi Mental ASN Sukabumi

Sukabuminow.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mulai menggeser pendekatan peningkatan kinerja aparatur dengan strategi yang lebih menyentuh aspek fundamental: pembinaan karakter dan integritas berbasis spiritual. Melalui program Majelis Taklim Aparatur (MTA), ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) kini diarahkan tidak hanya profesional secara teknis, tetapi juga kuat secara moral.

Langkah ini menjadi jawaban atas tantangan klasik birokrasi, mulai dari disiplin kerja, etos pelayanan, hingga integritas aparatur yang selama ini kerap menjadi sorotan publik.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, menegaskan bahwa MTA bukan sekadar kegiatan keagamaan rutin, melainkan instrumen strategis dalam membangun budaya kerja baru di lingkungan pemerintahan.

“Ini bukan hanya soal pengajian. MTA adalah ruang pembentukan karakter ASN agar lebih disiplin, berintegritas, dan bertanggung jawab dalam melayani masyarakat,” tegasnya dalam kegiatan Pembekalan Pemateri MTA Kabupaten Sukabumi periode 2025-2030 di Gedung Negara Pendopo Sukabumi, Jumat (27/3/26).

Menurutnya, pendekatan spiritual menjadi salah satu kunci penting dalam memperkuat reformasi birokrasi yang selama ini lebih banyak berfokus pada aspek administratif dan struktural.

Dengan jumlah lebih dari 20.660 ASN dan wilayah yang luas, Pemerintah Kabupaten Sukabumi menghadapi tantangan besar dalam menjaga konsistensi kinerja aparatur. Karena itu, MTA dirancang dengan sistem yang lebih terstruktur, termasuk penyusunan kurikulum dan modul pembelajaran yang seragam.

Di tempat sama, Ketua pelaksana, Emboh Misbah, menyebut bahwa pendekatan ini menjadi bagian dari visi besar menjadikan Sukabumi sebagai Qoryah Mubarokah, yakni daerah yang tidak hanya maju secara pembangunan, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai keagamaan.

“Kami siapkan materi yang aplikatif, agar para pemateri bisa langsung diterapkan di setiap perangkat daerah,” ujarnya.

Berbeda dari program serupa sebelumnya, MTA kali ini akan dilengkapi dengan sistem monitoring dan evaluasi (monev) yang terukur. Mulai April, setiap perangkat daerah akan dipantau tingkat keaktifannya dalam menyelenggarakan kegiatan MTA.

Langkah ini menjadi indikator keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan program tidak berhenti sebagai formalitas.

Sekda menegaskan, keberhasilan program ini akan diukur dari perubahan nyata, bukan sekadar kehadiran kegiatan.

“Output yang kita inginkan jelas: perubahan sikap, peningkatan disiplin, dan kinerja ASN yang lebih baik,” katanya.

Pendekatan yang mengintegrasikan nilai spiritual dengan kinerja birokrasi dinilai sebagai inovasi penting di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi. Pemerintah Kabupaten Sukabumi ingin memastikan bahwa ASN tidak hanya bekerja berdasarkan aturan, tetapi juga kesadaran moral.

Jika berjalan konsisten, MTA berpotensi menjadi model pembinaan aparatur yang tidak hanya relevan di tingkat lokal, tetapi juga bisa direplikasi secara nasional.

Program ini sekaligus menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya soal infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga pembangunan manusia—terutama aparatur sebagai garda terdepan pelayanan publik.

Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page