Sukabuminow.com || Turnamen Mini Soccer Bupati Cup 2026 Session III resmi digelar di Lapang Mini Soccer Pondok Modern Assalam Putri, Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Kompetisi tersebut bukan sekadar menjadi ajang perebutan gelar juara antarsekolah, namun juga diarahkan menjadi ruang untuk menemukan dan membina bibit atlet muda Kabupaten Sukabumi.
Sebanyak 71 sekolah dari 24 kecamatan mengikuti turnamen tersebut. Peserta terdiri atas 14 Madrasah Ibtidaiyah (MI), 17 Sekolah Dasar (SD), 25 Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 15 Madrasah Tsanawiyah (MTs).
Turnamen dibuka langsung Wakil Bupati Sukabumi Andreas pada Senin (28/9/26). Ia meminta para peserta menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan.
“Selamat bertanding dan tetap jaga sportivitas,” ujar Andreas.
Menurutnya, kompetisi olahraga usia sekolah memiliki nilai penting karena tidak hanya berkaitan dengan prestasi, tetapi juga membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini.
Ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, menjadikan olahraga sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.
“Dengan rajin berolahraga, semoga kita terus sehat dan cerdas. Mudah-mudahan kegiatan Bupati Cup ini juga lancar pelaksanaannya,” katanya.
Di tempat sama, Pimpinan Pondok Modern Assalam Putri KH Encep Hadiana, mengatakan turnamen tersebut merupakan bagian dari komitmen lembaganya dalam mendukung pembinaan olahraga di Kabupaten Sukabumi.
Menurutnya, fasilitas olahraga dapat dimanfaatkan untuk memberikan ruang kepada anak-anak agar mengembangkan kemampuan sekaligus mengenali potensi mereka sejak usia sekolah.
“Turnamen ini merupakan bentuk pembinaan anak-anak di bidang olahraga. Assalam berkomitmen memfasilitasi anak-anak untuk berolahraga,” ungkap Encep.
Lebih jauh, Pondok Modern Assalam Putri menggandeng Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sukabumi untuk menginventarisasi peserta yang memiliki potensi menjadi atlet.
Potensi tersebut selanjutnya diharapkan dapat dikembangkan melalui pembinaan yang lebih terarah. Dengan pola itu, turnamen sekolah tidak berhenti pada kompetisi, tetapi dapat menjadi salah satu pintu masuk menuju pembinaan atlet daerah.
“Kami juga menggandeng KONI Kabupaten Sukabumi untuk menginventarisasi dan melanjutkan pembinaan anak-anak yang memiliki potensi menjadi atlet Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.
Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana
