Sukabuminow.com || Permasalahan sampah masih menjadi tantangan besar di Kabupaten Sukabumi. Untuk mengatasinya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi terus menggencarkan berbagai upaya, mulai dari edukasi masyarakat hingga membangun kolaborasi strategis dengan pemuda, pemerintah lokal, dan organisasi non-pemerintah (NGO).
Edukasi: Membangun Kesadaran Sejak Dini
Kepala DLH Kabupaten Sukabumi, Prasetyo, menegaskan bahwa edukasi adalah langkah utama dalam menanamkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

“Kami ingin membangun kebiasaan sejak dini, terutama di kalangan generasi muda. Dari hal sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah, hingga mendaur ulang,” ujar Prasetyo, Senin (3/3/25).
Menurutnya, pemuda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang dapat menginspirasi masyarakat luas untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
“Kami aktif melibatkan komunitas pemuda karena mereka memiliki kreativitas dan semangat yang tinggi dalam menyebarkan gerakan peduli lingkungan. Harapannya, mereka bisa menjadi role model bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.
Melalui program edukasi, pemuda dan masyarakat diajak untuk memahami konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle), mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta mengolah sampah organik menjadi kompos.
“Ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga bagaimana kita menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan bagi generasi mendatang,” jelas Prasetyo.
Kolaborasi: Sinergi Bersama Pemerintah & NGO
Selain edukasi, DLH Kabupaten Sukabumi juga aktif membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, kecamatan, dan NGO. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan kebijakan dan program inovatif dalam pengelolaan sampah.
“Penanganan sampah bukan tugas satu pihak saja. Ini adalah tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, kami menggandeng pemerintah desa dan NGO untuk menjalankan berbagai program, seperti bank sampah, pengolahan sampah menjadi energi, serta kampanye zero waste,” ungkapnya.
Program bank sampah, misalnya, memungkinkan masyarakat menukar sampah anorganik dengan poin yang bisa dikonversi menjadi uang atau kebutuhan sehari-hari. Sementara itu, kampanye zero waste mendorong masyarakat untuk mengurangi produksi sampah sejak dari rumah.
Gerakan Bersama untuk Masa Depan Hijau
DLH Kabupaten Sukabumi optimistis bahwa dengan edukasi yang berkelanjutan serta sinergi antara masyarakat, pemuda, dan berbagai pihak, persoalan sampah dapat teratasi secara efektif.
“Setiap langkah kecil yang kita lakukan, seperti mengurangi plastik atau memilah sampah, adalah investasi besar bagi masa depan lingkungan kita. Mari bersama-sama menjaga bumi untuk generasi selanjutnya,” pungkasnya. (Ade F)
Redaktur : Andra Permana
