Pantai Cikadal dan Mangrove Mandra Jaya Sukabumi Disiapkan Jadi Destinasi Berkelanjutan

Sukabuminow.com || Pengembangan kawasan mangrove di Desa Mandra Jaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, didorong tidak berhenti pada upaya pelestarian lingkungan. Kawasan tersebut mulai diarahkan menjadi destinasi wisata berkelanjutan yang mampu memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengorbankan ekosistem pesisir.

Isu ini menjadi penting seiring meningkatnya pengembangan pariwisata di pesisir selatan Kabupaten Sukabumi. Potensi alam yang besar perlu diimbangi dengan tata kelola yang menjaga daya dukung lingkungan serta melibatkan masyarakat sejak tahap pengembangan hingga pengelolaan.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, mengatakan ekosistem mangrove memiliki fungsi ekologis sekaligus peluang ekonomi apabila dikembangkan secara tepat.

“Mangrove bukan hanya memiliki fungsi ekologis bagi kawasan pesisir, tetapi juga mempunyai potensi wisata yang sangat besar. Karena itu, pengembangannya harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian penting dari pengelolaan,” ujar Ali, Kamis (8/10/26).

Salah satu upaya yang didorong adalah pengembangan tracking mangrove di kawasan Pantai Cikadal. Jalur tersebut dapat menjadi ruang edukasi bagi wisatawan untuk mengenal ekosistem mangrove sekaligus menikmati lanskap pesisir.

Namun, pengembangan destinasi tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas. “Aksesibilitas, amenitas, kapasitas pengelolaan, kebersihan, edukasi lingkungan, serta keterlibatan warga menjadi faktor penting agar pertumbuhan kunjungan tidak menimbulkan tekanan baru terhadap kawasan pesisir,” imbuhnya.

Desa Mandra Jaya memiliki sejumlah potensi wisata alam yang dapat dikembangkan secara terpadu. Di antaranya Pantai Cikadal, Pulau Kunti, Pulau Mandra, Batu Punggung Naga, dan Batu Batik.

Ali mengatakan keberagaman potensi tersebut menjadi modal untuk membangun pengalaman wisata yang lebih lengkap. Mangrove dapat dikembangkan sebagai wisata edukasi dan konservasi, sementara potensi pesisir serta geowisata lainnya menjadi bagian dari jejaring destinasi.

“Kita ingin pengembangan destinasi tidak hanya berbicara tentang kunjungan wisatawan, tetapi juga bagaimana masyarakat mendapatkan manfaat, lingkungan tetap terjaga, dan wisatawan memperoleh pengalaman yang berkualitas,” katanya.

Menurut Ali, prinsip tersebut perlu menjadi dasar pengembangan pariwisata pesisir Sukabumi. Pertumbuhan wisata harus memberikan ruang bagi masyarakat untuk terlibat dan memperoleh manfaat ekonomi.

Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi pun mendorong kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, pelaku usaha pariwisata, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Pariwisata harus tumbuh bersama masyarakat dan tidak boleh mengorbankan kelestarian alam. Potensi mangrove dan kekayaan alam di Mandra Jaya harus kita jaga sekaligus dikembangkan agar memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat,” tutur Ali.

Pengembangan mangrove Mandra Jaya pada akhirnya tidak hanya menyasar peningkatan kunjungan wisatawan. “Kawasan ini diharapkan menjadi contoh bagaimana konservasi pesisir dan ekonomi lokal dapat berjalan beriringan di Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.

Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

POPULER

Terbaru