Sukabuminow.com || Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi memiliki logo yang sarat akan makna lingkungan hidup. Logo ini bukan sekadar identitas visual, melainkan sebuah simbol kuat dari semangat dan komitmen menjaga kelestarian bumi.
Kepala DLH Kabupaten Sukabumi, Prasetyo, menjelaskan bahwa setiap unsur dalam logo dirancang untuk merepresentasikan nilai-nilai utama dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup secara berkelanjutan.
“Logo ini merupakan bentuk edukasi visual, sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga bumi. Maknanya kami padukan dari aspek warna, bentuk, hingga simbol flora dan fauna khas Sukabumi,” ujar Prasetyo, belum lama ini.
Logo DLH Kabupaten Sukabumi terdiri dari tiga huruf utama “D-L-H” yang masing-masing memiliki warna dan filosofi berbeda.
Huruf D berwarna hijau menggambarkan pohon dan kelestarian alam. Warna hijau ini juga merupakan kampanye visual terhadap pentingnya ekonomi hijau (green economy) dan gaya hidup ramah lingkungan (green lifestyle).
Huruf L berwarna biru melambangkan elemen air dan udara. Biru dipilih karena mencerminkan kejernihan langit dan laut, sekaligus harapan akan kualitas udara dan air yang sehat.
Huruf H berwarna kuning menggambarkan optimisme dan kreativitas dalam upaya menjaga lingkungan hidup. Warna ini mengandung semangat inovasi dan sinergi dari berbagai elemen masyarakat.
Menariknya, huruf D dilengkapi dengan ilustrasi penyu, salah satu hewan langka yang menjadi kekayaan fauna di Kabupaten Sukabumi. Kehadiran penyu dalam logo menjadi simbol kuat perlindungan terhadap keanekaragaman hayati (kehati) di wilayah pesisir. Sementara itu, huruf H juga dihiasi tiga daun hijau, yang bukan sekadar elemen estetika.
“Tiga daun ini melambangkan tiga komponen penting dalam Indeks Kualitas Lingkungan Hidup atau IKLH, yaitu air, udara, dan tutupan lahan. Ketiganya harus dijaga agar kualitas lingkungan tetap terjaga,” terang Prasetyo.
Selain itu, daun juga mewakili tumbuhan sebagai organ utama fotosintesis, penghasil oksigen yang sangat vital bagi kelangsungan kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.
Logo ini turut diperkuat oleh tagline: “Satu Hati Jaga Bumi”, yang menjadi seruan moral bagi seluruh elemen masyarakat agar bersatu dalam menjaga dan memulihkan lingkungan.
“Semoga logo ini dapat menjadi pengingat kolektif, bahwa menjaga bumi bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.
Melalui logo tersebut, DLH Kabupaten Sukabumi berharap dapat memperkuat pesan-pesan lingkungan secara lebih luas dan inspiratif, serta mendorong kolaborasi yang lebih solid dalam menjaga bumi demi generasi yang akan datang.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana
