Sukabuminow.com || Lonjakan mobilitas masyarakat saat mudik Lebaran setiap tahun selalu membawa konsekuensi baru bagi pengelolaan lingkungan di berbagai daerah. Selain peningkatan arus kendaraan dan aktivitas ekonomi, momen libur Idulfitri juga kerap memicu kenaikan signifikan volume sampah di kawasan permukiman hingga destinasi wisata.
Fenomena ini bahkan telah menjadi isu nasional, terutama di daerah yang menjadi tujuan wisata selama libur Lebaran.
Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, termasuk wilayah yang menghadapi tantangan tersebut. Dengan bentang wilayah yang luas serta memiliki banyak destinasi wisata unggulan di kawasan selatan Jawa Barat, daerah ini diprediksi kembali dipadati wisatawan selama libur Idulfitri 2026.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi pun mulai memperkuat kesiapan pengelolaan lingkungan guna mengantisipasi potensi lonjakan sampah selama masa liburan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga kebersihan lingkungan tetap terkendali saat mobilitas masyarakat meningkat.
“Setiap momentum Lebaran biasanya terjadi peningkatan aktivitas masyarakat, baik di kawasan permukiman, pusat aktivitas ekonomi, maupun objek wisata. Kondisi ini tentu berpotensi meningkatkan timbulan sampah,” ujar Nunung, Jumat (13/3/26).
Ia menyampaikan hal tersebut usai mengikuti rapat dinas Pemerintah Kabupaten Sukabumi yang membahas kesiapsiagaan pelayanan publik menjelang libur Idulfitri.
Menurut Nunung, kesiapan pengelolaan sampah menjadi salah satu sektor penting yang harus diperkuat karena berkaitan langsung dengan kenyamanan masyarakat serta citra daerah sebagai tujuan wisata.
Terlebih, Kabupaten Sukabumi selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan wisata alam terbesar di Jawa Barat, dengan berbagai destinasi pantai, pegunungan, hingga geopark yang banyak dikunjungi wisatawan saat musim liburan.
“Karena itu kami meningkatkan pengawasan di sejumlah titik yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas masyarakat, termasuk kawasan wisata, pusat keramaian, dan lingkungan permukiman,” jelasnya.
DLH Kabupaten Sukabumi juga menyiagakan petugas kebersihan serta mengoptimalkan sistem pengangkutan sampah agar proses pengelolaan limbah tetap berjalan lancar selama masa libur Lebaran.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga kualitas lingkungan sekaligus mendukung sektor pariwisata yang menjadi salah satu kekuatan ekonomi Kabupaten Sukabumi.
Dalam perspektif pembangunan berkelanjutan, pengelolaan sampah saat musim liburan dinilai tidak hanya berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga menyangkut keberlanjutan lingkungan.
Jika tidak dikelola dengan baik, lonjakan sampah di kawasan wisata berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan serta menurunkan daya tarik destinasi wisata.
Karena itu, DLH Kabupaten Sukabumi juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan selama momentum Idulfitri.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan, terutama di lingkungan permukiman, tempat ibadah, pusat aktivitas masyarakat, dan kawasan wisata yang ramai dikunjungi saat libur Lebaran,” kata Nunung.
Ia menekankan bahwa keberhasilan menjaga lingkungan tidak bisa hanya bergantung pada petugas kebersihan, tetapi juga membutuhkan kesadaran kolektif masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi semua.
“Dengan kolaborasi tersebut, kami berharap suasana Idulfitri di Kabupaten Sukabumi tidak hanya penuh kebahagiaan, tetapi juga tetap bersih, asri, dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat maupun wisatawan,” tandasnya.
Penguatan kesiapan pengelolaan sampah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam menjaga kualitas lingkungan serta memperkuat citra daerah sebagai kawasan wisata alam yang bersih dan berkelanjutan di wilayah selatan Jawa Barat.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana
